(Taiwan, ROC) Musibah perahu Daratan Tiongkok (RRT) tak berbendera yang melintasi teritorial perairan penangkapan ikan lintas selat dan terbalik menyebabkan 2 orang tewas, kemudian memicu situasi tegang antara Kinmen-Hsiamen, Kementerian Luar Negeri juga mengimbau agar lintas selat melakukan dialog, menghindari kesalahpahaman.
Kementerian Pertahanan pada hari Rabu ini (21/2) menekankan, sikap militer tidak mengintervensi, berpegang pada konsep tidak mempertinggi situasi tegang yang bisa menim bulkan konflik, akan tetapi tetap memonitor dengan cermat, serta berkoordinasi dengan Direktorat Keamanan Pantai dan Laut untuk mempelajari apakah diperlukan latihan untuk menanggapi konflik ini, apabila diperlukan maka bisa langsung ditindaklanjuti.
Kapal RRT yang berstatus “3 Tidak” (tidak ada nama kapal, tidak bersertifikat dan tidak berbendera) pada tanggal 14 Februari 2024melampaui teritorial batas penangkapan ikan, perahu terbalik saat dikejar petugas coastguard dan menyebabkan 2 orang tewas. Kejadian ini membuat Badan Keamanan Laut dan Pantai Daratan Tiongkok menerapkan rutinitas patroli di perairan sekitar, pada tanggal 19 Februari 2024 melakukan inspeksi kapal wisata Hsinmen selama 1/2 jam, menimbulkan situasi tegang terjadi pada Kinmen-Hsiamen.
Wakil Direktur Divisi Perencanaan Operasi Gabungan Militer Kementerian Pertahanan, Lee Cheong-fu (李昌富) saat konferensi pers hari ini (21/2) menyampaikan, untuk kasus ini secara keseluruhan diproses secara hukum dan ditangani oleh Ditjen Keamanan Laut dan Pantai (coastguard), Kemenhan berpegang pada prinsip tidak mengintervensi agar tidak mempertinggi situasi tegang.
Namun, Angkatan Laut dan Tim Pertahanan Luar Pulau Taiwan bersama Ditjen Keamanan Laut dan Pantai tengah mempelajari apakah diperlukan latihan tanggap darurat agar siap menindaklanjuti apabila terjadi konflik, memperkuat pelatihan, ketika dibutuhkan maka bisa langsung ditindaklanjuti.
Lee Cheong-fu (李昌富) mengatakan, “Pemantauan perairan secara menyeluruh dari Kemenhan aman terkendali, meminta tim pertahanan luar pulau Taiwan dan angkatan laut untuk mempelajari apakah diperlukan tindakan tanggap darurat terhadap konflik yang terjadi, dijadikan sebagai pelatihan yang rutin, mempersiapkan diri untuk menghadapi terjadi konflik. Selain itu, Pihak Kemenhan tidak mengintervensi secara langsung, tetap memantau dan menghindari situasi menegang, apabila diperlukan oleh coast guard, pelatihan yang dijalani maka bisa langsung diterapkan.”
Juru Bicara Kemenhan Sun Lu-fang (孫立方) lebih lanjut menjelaskan, Kemenhan sebagai salah satu bagian keamanan nasional, maka berfungsi untuk memantau situasi perairan sekitar Taiwan, atau menanggapi situasi dinamika serangan musuh, semua akan disesuaikan dengan kebijakan nasional. Berkaitan dengan musibah perahu berstatus “3 tidak” terbalik, maka Kemenhan pasti berpihak pada pemerintah dan mendukung penegakan hukum yang relevan, saat bersamaan juga yakin akan kemampuan melindungi warganya.
Berkaitan dengan RRT melakukan inspeksi di perairan sekitar Taiwan, bagaimana sikap Kemenhan menanggapi situasi tegang ini? Pejabat dari Pusat Analisa Badan Intelijen Huang Ming-jye (黃明傑) mengatakan, hingga saat ini semua masih berjalan dengan normal.