(Taiwan, ROC) --- "50 Lan" adalah kedai minuman yang terkenal di Taiwan, telah berdiri hampir 30 tahun. Pada tahun 2016, "50 Lan" pernah memperkenalkan sebuah varian Matcha Latte yang langsung populer begitu diluncurkan, tetapi beberapa tahun terakhir, menu ini tidak lagi dijual.
Baru-baru ini, ada salah satu penggemar berat "50 Lan" yang membuat postingan, berharap agar kedai minuman bersangkutan bisa mengembalikan varian minuman tersebut, dan postingannya langsung memicu diskusi banyak netizen.
Salah satu Warganet di media sosial lokal Taiwan, Dcard, mengunggah postingan dengan menerangkan bahwa varian "Matcha Latte" yang pernah dijual oleh "50 Lan" dulu sempat membuat heboh. Bahkan rasanya bisa diadu dengan Matcha milik Starbucks. Apalagi harga yang ditawarkan "50 Lan" jauh lebih murah, yakni hanya NT$65 untuk ukuran Large. Setelah itu, banyak kedai minuman lain juga mulai meluncurkan Matcha Latte.

圖/中時新聞網
Sang pengunggah mengungkapkan bahwa dirinya pun jatuh cinta pada "Matcha Latte" milik "50 Lan", ia setidaknya minum satu gelas per minggu, dan selalu memilih setengah gula tanpa es.
Sang Warganet mengira kalau "Matcha Latte" akan menjadi produk tetap di "50 Lan". Dan ketika ingin membeli suatu hari, dia diberitahu oleh pegawai bahwa produk tersebut sudah tidak dijual lagi, yang membuatnya sangat sedih, hampir menangis.
Meskipun Starbucks masih memiliki produk serupa, tapi itu tidak bisa lagi dinikmati bersama boba, seperti yang terdapat pada produk "50 Lan".
"Tidak ada lagi kesegaran Matcha Latte dengan boba. Saya tidak keberatan jika pegawai tidak membuat gradasi warna, saya hanya ingin itu kembali," tulis sang Warganet.

圖/ETtoday
Postingan tersebut sontak saja menarik banyak dukungan dari netizen lainnya. Ada yang menuliskan, "Para penggemar matcha pasti mendukung, sekarang untuk menemukan toko minuman yang menjual matcha itu benar-benar tidak banyak, 50 Lan berhenti menjual matcha, benar-benar mengecewakan."
"Ayo tandatangani petisi, Matcha Latte milik 50 Lan benar-benar murah dan enak. Merek lainnya tidak terlalu fresh dan terkesan dibuat dari sachet-an," tulis salah seorang Warganet.
Selain itu, banyak orang dalam mengungkapkan alasan toko menghentikan varian tersebut.
"Dengar-dengar itu tidak laku di bagian selatan Taiwan jadi dihentikan secara keseluruhan," terang salah seorang netizen.
Ada juga yang mencoba memberikan penjelasannya, "Dibatalkan karena penjualannya tidak baik, tempat saya bekerja dulu mungkin hanya ada satu pesanan dalam dua hari, kalau ada yang memesan, satu teko langsung habis, seingat saya hanya bisa bertahan enam jam, lewat dari itu harus dibuang. Dalam satu hari tidak banyak yang membeli dan pembuatannya repot, saya pikir mungkin tidak ada kemungkinan untuk dijual kembali."