(Taiwan, ROC) – Mengenai dinamika situasi lintas selat, Ketua Dewan Urusan Tiongkok (MAC) Chiu Tai-san (邱太三) dalam sebuah pidato pada acara perayaan Tahun baru Imlek Asosiasi Pengusaha Taiwan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang digelar pada hari ini (16/2) mengemukakan, Presiden terpilih William Lai (賴清德) telah menegaskan untuk melanjutkan kebijakan status quo yang dipegang oleh Presiden Tsai. Oleh karena itu, dirinya berharap bahwa kedua belah pihak di Selat Taiwan dapat mengambil tanggung jawab bersama untuk perdamaian dan stabilitas berlandaskan prinsip kesetaraan, serta menggantikan konfrontasi dengan negosiasi.
Pada acara perayaan Tahun Baru Imlek Asosiasi Pengusaha Taiwan di RRT yang digelar oleh Yayasan Pertukaran Selat (SEF) dan unit lainnya, Ketua MAC Chiu Tai-san (邱太三) turut diundang untuk memberikan pidato. Dirinya pertama-tama menjelaskan pentingnya pemerintah terhadap para pelajar dari Daratan Tiongkok yang belajar di Taiwan, serta upaya pemerintah dalam memberikan perhatian dan perawatan kepada mereka. Selain itu, dirinya juga menyebut isu terkait Sekolah Bisnis Taiwan di RRT, dan menyatakan bahwa MAC bersama dengan Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan sedang dalam tahap pembahasan untuk menyelesaikan masalah terkait dalam menghadapi situasi yang baru.
Chiu Tai-san (邱太三) menunjukkan, Presiden terpilih William Lai (賴清德) selama kampanye dan dalam pidatonya setelah terpilih telah berulang kali menekankan jika dirinya akan melanjutkan kebijakan dasar mempertahankan status quo yang dipegang oleh Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文). Pihaknya juga berharap, kedua belah pihak di Selat Taiwan ke depannya dapat bersama-sama mengemban tanggung jawab untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik, serta keamanan dan stabilitas di Selat Taiwan. Chiu Tai-san (邱太三) mengatakan, 《外240216-09-邱太三(男)》”Kedua belah pihak juga diharapkan dapat berdialog secara damai dan setara, dengan menempatkan dasar-dasar perdamaian dan kesetaraan sebagai landasan. Semoga kedua belah pihak dapat menggunakan negosiasi guna menggantikan konfrontasi.
Ketua SEF, David Lee (李大維) saat memberikan pidato juga mengutip pernyataan Presiden Tsai dan Wakil Presiden William Lai dan menekankan bahwa hubungan lintas selat tidak boleh menjadi konflik “hidup dan mati”, tetapi juga harus menjadi hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.