
Keterangan : salah satu Wartawan dari stasiun TV Al Jazeera tewas akibat serangan Israel pada tanggal 16 Desember 2023 (foto: Reuters)
(Taiwan, ROC) Committee to Protect Journalists (CPJ) menyampaikan, laporan tahun 2023 ada 99 jurnalis terbunuh, mencatat angka tertinggi sejak tahun 2015, diantaranya 77 jurnalis tewas dalam konflik Israel dan pasukan militan Hamas, Palestina.
Media Reuters melaporkan, CPJ menyampaikan, jika tidak terjadi konflik Israel-Hamas maka angka jurnalis tewas secara global akan lebih rendah dibandingkan tahun kemarin, sedangkan angka wartawan terbunuh di Somalia dan Filipina stabil, tidak ada penurunan.
Angka jurnalis terbunuh pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun 2022 meningkat 44%
Committee to Protect Journalists menyampaikan, Desember 2023, pihaknya memberikan laporan terkait konflik di jalur Gaza pada 3 bulan pertama angka jurnalis yang tewas mencatat jumlah terbanyak sepanjang sejarah.
Tahun lalu, dari 77 jurnalis yang terbunuh dalam konflik Israel-Hamas, terdiri dari 72 orang Palestina, 5 wartawan Lebanon dan 2 wartawan Israel.
President CPJ, Jodie Ginsberg mengatakan, perang ini mengakibatkan banyak jurnalis Palestina terbunuh, memberikan dampak jangka panjang pada industri jurnalisme, tidak hanya pada wilayah teritorial Palestina saja, juga berimbas pada wilayah lainnya. Setiap ada wartawan yang terbunuh maka menjadi pukulan besar terhadap pemahaman dunia.”
CPJ menambahkan, hingga 7 Febuari 2024 angka jurnalis terbunuh akibat konflik Israel-Hamas bertambah menjadi 85 orang.
CPJ menyerang pasukan militer Israel dan menyebut “penganiayaan kepada wartawan”, saat bersamaan menginterogasi belasan jurnalis tewas di Jalur Gaza apakah tewas karena serangan yang disengaja dari militer Israel, karena tindakan demikian termasuk “kejahatan perang”.
Israel yang menyatakan niat menghancurkan Hamas, menanggapi serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Hasil rangkuman media AFP dari data resmi Israel menyebut bahwa serangan Hamas menyebabkan berkisar 1.160 tewas, sebagian besar adalah masyarakat awam.