Hari Anjing Merah
Pada masa lalu, orang Han menyebut hari ketiga Tahun Baru Imlek dengan istilah "赤狗之日Chì gǒu zhī rì", yang dapat diartikan sebagai "Hari Anjing Merah".
Mengapa disebut "Hari Anjing Merah"? Karena menurut legenda, pada hari itu, Dewi Nüwa (女媧娘娘 Nǚ wā niángniáng) menciptakan anjing, dan anjing merah dalam cerita adalah "Dewa Kemarahan". Jika bertemu dengannya, akan sangat tidak beruntung.
Kata "赤Chì" (merah) memiliki konotasi "赤貧Chìpín" (kemiskinan), sehingga orang tidak mengadakan perjamuan pada hari itu, karena cemas akan mengundang kemiskinan. Hari ketiga Tahun Baru Imlek dipercaya juga mudah terjadi pertengkaran dengan orang lain, sehingga tidak cocok untuk melakukan kunjungan.

Hari Anjing Merah 赤狗之日. 圖/CTWant
Tikus Menikah, Tikus Membagi Uang
Ada juga cerita di kalangan masyarakat Tionghoa bahwa pada malam hari ketiga Tahun Baru Imlek, tikus akan keluar untuk menikah, yang disebut "老鼠娶親日Lǎoshǔ qǔqīn rì" (Hari Pernikahan Tikus).
Untuk menghindari kekacauan dari tikus, banyak keluarga akan mematikan lampu dan tidur lebih awal. Ada yang percaya bahwa mematikan lampu lebih awal di malam hari bertujuan agar tikus tidak menggunakan cahaya lampu untuk menikah, serta mengurangi gangguan dari tikus.
Orang-orang zaman dulu akan menyebarkan beberapa butir beras, dan remah kue di sudut rumah untuk dikonsumsi tikus, yang dikenal dengan istilah sebagai "老鼠分錢 Lǎoshǔ fēn qián" (Tikus Membagi Uang), melambangkan berbagi panen tahunan secara damai dengan tikus.
"老鼠娶親日Lǎoshǔ qǔqīn rì" (Hari Pernikahan Tikus). 圖/國立教育廣播電臺
Membakar Kertas Sembahyang Khusus Dewa Pintu
Pada zaman dahulu, orang-orang pada malam hari ketiga Tahun Baru Imlek akan membakar cabang pinus dan kertas sembahyang khusus untuk Dewa Pintu yang digantung, yang menandakan bahwa satu tahun telah berlalu dan saatnya untuk memulai hidup baru.
Ada pepatah, "燒了門神紙,個人尋生理Shāole ménshén zhǐ, gèrén xún shēnglǐ." Secara harfiah, pepatah ini dapat diartikan "Setelah membakar kertas sembahyang khusus Dewa Pintu, setiap orang kembali ke pekerjaannya."
Xiao Nian Chao
Hari ketiga Tahun Baru Imlek juga dikenal sebagai "小年朝 Xiao Nian Chao". Pada zaman Dinasti Song, hari ini merupakan awal dari liburan bagi pejabat kerajaan, dan juga disebut "Festival Tianqing天慶節".
Pada tahun pertama era Dazhong Xiangfu di bawah pemerintahan Kaisar Zhenzong, saat itu ada rumor tentang kitab suci yang turun ke dunia manusia, sehingga Kaisar Zhenzong mengeluarkan dekrit untuk menetapkan hari ketiga bulan pertama (kalendar Lunar) sebagai Festival Tianqing, dengan meliburkan para pejabat selama lima hari.
Dan pada Festival Tianqing tidak boleh menyapu, menyalakan api, atau mengambil air, sama seperti pada hari Tahun Baru Imlek
Hari Sapu
Pada zaman dahulu, Hari ketiga Tahun Baru Imlek dianggap sebagai "Hari Sapu", di mana setiap rumah tangga akan mengambil sapu untuk menyapu debu yang terkumpul semenjak hari pertama dan kedua Imlek. Dan saat menyapu, harus dari luar ke dalam, yang melambangkan "menyapu kekayaan masuk ke dalam rumah."

Pada zaman dahulu, Hari ketiga Tahun Baru Imlek dianggap sebagai "Hari Sapu". 圖/jnnews.
Tradisi Hari Ketiga Tahun Baru Imlek, Kenali Kebiasaan dan Larangan di Hari Ini
1. Menghindari Kunjungan
Dikarenakan hari ketiga Tahun Baru Imlek dianggap sebagai "Hari Anjing Merah," yang memiliki konotasi kemiskinan atau nasib buruk, dan mirip dengan "赤口日Hari Mulut Merah" dalam pengucapannya, dianjurkan untuk menghindari kunjungan untuk mencegah pertengkaran dan gosip yang tidak perlu.
Banyak orang harus kembali bekerja pada hari keempat Tahun Baru Imlek, dan hari ketiga menjadi waktu terakhir liburan bagi banyak orang, sehingga beberapa dari mereka memilih untuk keluar dan menikmati waktu luang yang tersisa.
2. Tidak Makan Nasi
Pada zaman kuno, hari ketiga Tahun Baru Imlek dianggap sebagai "Ulang Tahun Biji-bijian," di mana orang berdoa untuk panen yang berlimpah dan dilarang makan nasi untuk menghindari menyinggung Dewa Biji-bijian, yang bisa mengakibatkan produksi tanaman berkurang.
3. Tidak Makan Kepala dan Ekor Ikan
Sering dikatakan bahwa makan ikan selama periode Tahun Baru Imlek dapat menyimbolkan keberlimpahan. Meninggalkan kepala dan ekor ikan untuk tidak dimakan, menyimbolkan bahwa tidak hanya kebutuhan dasar yang terpenuhi, tetapi juga ada kelebihan yang tersisa.
4. Menghindari Menjamu Tamu atau Mengadakan Pesta
Pada "Hari Anjing Merah," tradisi menyarankan untuk tidak mengadakan pesta atau menjamu tamu.
Hal ini dikarenakan赤Chì" (merah) memiliki konotasi "赤貧Chìpín" (kemiskinan), sehingga mengadakan pesta bisa dianggap sebagai tanda akan membawa kemiskinan sepanjang tahun.
Namun, terdapat variasi dalam tradisi ini di berbagai tempat, contohnya, pada masa Dinasti Qing di wilayah Minnan, ada kebiasaan "mengunjungi makam leluhur" sebagai bentuk penghormatan. Sementara di Hong Kong, banyak orang yang memilih hari ini untuk berkegiatan dan beraktivitas di luar rumah, seperti hiking atau menghadiri balap kuda.
5. Tidak Begadang
Menurut tradisi rakyat Han kuno, malam ketiga Tahun Baru Imlek merupakan saat para tikus mengadakan pernikahan. Oleh karena itu, hampir semua orang akan mematikan lampu lebih awal untuk mencegah tikus menggunakan cahaya lampu untuk menikah, yang dapat menyebabkan bertambahnya populasi tikus.
Sebagai solusi, biasanya akan diletakkan beberapa biji-bijian dan sisa-sisa kue di sudut rumah sebagai tawaran kepada tikus, yang disebut "Tikus Membagi Uang," dengan harapan bisa hidup berdampingan secara damai dengan tikus.