History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kisah Unik dan Catatan Sejarah dari Beberapa Kebiasaan Hari Raya Imlek

  • 10 February, 2024
  • 尤繼富
Kisah Unik dan Catatan Sejarah dari Beberapa Kebiasaan Hari Raya Imlek
Kisah Unik dan Catatan Sejarah dari Beberapa Kebiasaan Hari Raya Imlek. 圖/ETtoday

(Taiwan, ROC) --- Di Tahun Baru Imlek, anak-anak sangat menantikan untuk menerima angpao. Angpao juga memiliki sebutan lain, yakni 壓歲錢 (yā suì qián).  

Pada zaman dahulu, uang angpao diletakkan di bawah bantal untuk menenangkan "祟sui (yang memiliki bunyi sama dengan 歲suì", yang dipercaya adalah sosok roh jahat yang bisa membuat anak-anak jatuh sakit.

Di samping itu, juga ada tradisi meletuskan petasan, yang dipercaya dapat mengusir monster  untuk mengusir "年Nian", sosok mengerikan yang akan datang saat tanggal satu bulan pertama dalam penanggalan Lunar.

Di kehidupan modern, monster "年Nian" melambangkan wabah.

Chinese Stories:Learn Mandarin From Chinese Stories

"祟sui (yang memiliki bunyi sama dengan 歲suì", yang dipercaya adalah sosok roh jahat yang busa membuat anak-anak jatuh sakit. 圖/中文故事

Dekan Fakultas Sejarah di National Central University (NCU), Profesor Pi Kuo-li (皮國立), berbagi bahwa menurut legenda, ada roh jahat yang disebut "祟sui", atau monster "年Nian", yang khusus menyentuh kepala anak-anak, menyebabkan mereka demam dan sakit. Pada masa lalu, kondisi ini disebut demam tifoid atau demam berulang, yang kini kita kenal sebagai flu.

"Zaman dulu, kondisi ini bisa menyebabkan kematian!" kata Profesor 皮國立.  

Untuk menjaga keselamatan anak-anak, uang 壓歲錢 (yā suì qián) diletakkan di bawah bantal. Salah satu ceritanya adalah uang tersebut harus dibungkus dengan delapan koin tembaga, yang dikatakan sebagai perwujudan dari Delapan Dewa yang secara diam-diam akan membantu mengusir monster  "年Nian". Selain itu, dikatakan bahwa monster tahunan takut akan suara gemerencing dari koin tembaga.

八帝錢- 如然紫微易經風水學院

Delapan koin tembaga, yang dikatakan sebagai perwujudan dari Delapan Dewa yang secara diam-diam akan membantu mengusir monster  "年Nian". 圖/https://ptzl.tw/

Pada zaman dahulu, menyalakan petasan saat perayaan Imlek memiliki makna "mengusir monster 年Nian". Para sejarawan telah mengkaji legenda monster  "年Nian" itu sendiri.  

Menurut Profesor Pi Kuo-li, konsep monster  "年Nian" baru muncul sekitar 100 tahun yang lalu, yang aslinya berdasarkan pada makhluk mitologi yang disebut "Shan Sao 山臊". Makhluk ini tidak hanya membunuh manusia tapi juga menyebabkan wabah.

Lebih lanjut , Profesor Pi Kuo-li menjelaskan,  pada masa Dinasti Sui dan Tang, penemuan bubuk mesiu terjadi secara tidak sengaja, para cendekiawan di masa tersebut hendak membuat eliksir keabadian.

Sebelum itu, selama periode Dinasti Wei, Jin, serta era Dinasti Utara dan Selatan, orang-orang menggunakan metode menabuh gong dan drum untuk mengusir roh-roh jahat.

Dengan ditemukannya bubuk mesiu secara tidak sengaja dalam proses pembuatan eliksir di era Dinasti Sui dan Tang, orang-orang kemudian mempercayai bahwa "petasan" lebih efektif dan berbunyi lebih keras dibandingkan sekedar menabuh gong dan drum.

Oleh karena itu, mereka mulai menggunakan petasan, dan kemudian ide mengenai monster  "年Nian" diintegrasikan ke dalam tradisi tersebut.

Sejatinya, tidak hanya selama Tahun Baru Imlek, tetapi juga dalam berbagai acara perayaan lainnya, seperti pernikahan, petasan digunakan dan diberikan berbagai makna simbolis.

魏晉古墓沒玉器死人肚內卻滿滿玉粉

Kehidupan masyarakat di era Dinasti Wei dan Jin. 圖/圖/翻攝自百度百科

Profesor Pi Kuo-li, yang telah lama meneliti sejarah kedokteran, membagikan sebuah cerita menarik tentang petasan. Komponen utama petasan adalah belerang dan kalium nitrat, di mana belerang dan senyawa sulfur lainnya memiliki efek desinfektan.

Pada akhir tahun 1910, terjadi wabah pes yang parah di tiga provinsi timur daratan Tiongkok. Menjelang Tahun Baru Imlek, dokter yang bertanggung jawab saat itu, Wu Lian-de (伍連德), menyarankan orang banyak untuk menyalakan petasan.

Tujuannya adalah menggunakan sulfur dalam petasan untuk sterilisasi dan mendesinfeksi seluruh kota.

Catatan sejarah di atas menunjukkan bahwa ada dasar ilmiah di balik penggunaan petasan untuk mengusir wabah.

被世界遺忘的伍連德發明口罩防疫外國專家從不信變全聽他指揮

Dokter Wu Lian-de (伍連德) di saat Tiongkok menghadapi pes yang parah. 圖.香港01

Mengenai mengapa harus menggunakan bungkus (angpao) berwarna merah, Profesor Pi Kuo-li menjelaskan bahwa di zaman kuno, segala sesuatu yang berkaitan dengan mengusir roh jahat, hantu, atau binatang buas, sering kali berwarna merah.

Jadi, selain simbol keberuntungan, warna merah juga memiliki arti mengusir roh jahat.

Profesor Pi Kuo-li  juga menyebutkan, pada zaman Dinasti Wei dan Jin, penyebaran kacang uci (Vigna umbellate) untuk mengusir roh jahat didasarkan pada kepercayaan bahwa roh-roh jahat takut akan biji-bijian alami yang berwarna merah. Bagi para leluhur, biji-bijian yang tumbuh dari tanah secara alami sangat-lah penting.

Selain itu, makan kue tradisional selama Tahun Baru Imlek melambangkan panen yang berlimpah serta merupakan simbol kemakmuran dan kepuasan.

Komentar

Terbarumore