(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 9 Februari 2024, atau tanggal 30 bulan dua belas dalam penanggalan Lunar, diperingati sebagai Malam Tahun Baru Imlek, atau yang dikenal dengan sebutan 除夕 (baca: Chú Xì), yaitu sebuah hari yang sangat penting di mana seluruh anggota keluarga akan berkumpul, menikmati makan malam bersama, memberikan angpau, menjaga malam (tidak tidur semalaman), serta melakukan ritual sembahyang kepada leluhur dan Dewa Tanah.
Dan menurut tradisi masyarakat Tionghoa tradisional, saat Chú Xì tiba ada beberapa pantangan dan kebiasaan yang akan dilakukan pada malam ini.
Ketua Asosiasi Kebudayaan, Tradisi dan Feng Shui Tradisional Tionghoa, Hsieh Yuan-chin (謝沅瑾) menjelaskan, Chú Xì merupakan akhir dari satu tahun dan menyambut awal dari tahun baru, yang juga adalah salah satu hari terpenting dalam seluruh tradisi.
Selain makan malam dan memberikan angpau, malam Tahun Baru Imlek juga memiliki makna perpisahan dengan tahun yang lama, di mana masyarakat Tionghoa kuno juga akan mempersiapkan berbagai sesajian persembahan seperti hewan kurban, mangkuk sayuran, dan kue-kue untuk berterima kasih kepada Dewa-Dewi, leluhur, dan Dewa Tanah, atas perlindungan mereka selama satu tahun ini.

取自Shutterstock
Berikut adalah 8 tradisi dan kebiasaan saat Chú Xì tiba:

圖片來源:Shutterstock
1. Sembahyang kepada Dewa-Dewi
Pada hari Chú Xì, persembahan untuk menyembah Dewa Dewi dan leluhur tentu meliputi sajian yang melimpah, seperti ayam, bebek, ikan, daging, dan lain-lain. Di samping itu, masih ada "tiga hewan persembahan" dan empat jenis buah (buah-buahan untuk setiap musim), kue Fa Gao dengan empat celah di atasnya, dan kue keranjang.
Kue Fa Gao dengan empat celah di atasnya (4瓣裂口的發糕) mengacu pada kue mangkok tradisional Tiongkok yang memiliki empat retakan di bagian atasnya. Yang melambangkan kekayaan datang dari segala penjuru

Kue Fa Gao dengan empat celah di atasnya (4瓣裂口的發糕) 圖/PIXNET
Kemudian masih ada kacang tanah (semakin panjang kulitnya dan semakin banyak biji kacang tanah di dalam, semakin baik, yang melambangkan umur panjang dan keturunan yang berkelanjutan), buah lengkeng (melambangkan dukungan dari orang berpengaruh), pistachio (melambangkan kebahagiaan yang berkelanjutan), serta jenis kacang-kacangan kering lainnya, dan teh atau arak
2. Sembahyang kepada Leluhur
Chú Xì adalah hari penting untuk sembahyang leluhur, bukan hanya sebagai pengingat akan asal-usul keluarga besar, tetapi juga untuk mengucapkan terima kasih atas perlindungan mereka sepanjang tahun.
Siapkan persembahan yang melimpah seperti daging persembahan, mangkuk sayur, dan kue untuk menyembah leluhur.
Di altar, persembahkan kue Fa Gao dan kue keranjang yang melambangkan kemajuan karier, serta dua mangkuk nasi dengan bunga musim semi, yang dikenal dengan sebutan "bunga nasi musim semi 飯春花", yang melambangkan kemakmuran dan kelebihan.

"Bunga Nasi Musim Semi 飯春花" 圖/維基百科
Selain itu, masih ada beberapa jeruk dan apel yang melambangkan keberuntungan besar dan kedamaian, sebagai tanda baik untuk tahun baru.
3. Menempelkan Kuplet Musim Semi
Di siang hari Chú Xì, gantilah kuplet musim semi di rumah. Mengganti kuplet musim semi yang baru dengan yang lama, melambangkan hilangnya nasib buruk dan kesialan tahun lalu, dan menyambut yang baru.
Namun, perlu diingat, jika ada anggota keluarga yang berduka tahun ini, hindari menempelkan kuplet musim semi yang baru.
Tradisi Sembahyang Penjaga Rumah 地基主. 圖/PINSIN TW
4. Tradisi Sembahyang Penjaga Rumah 地基主
Tidak hanya untuk menghormati leluhur, tetapi Chú Xì juga merupakan waktunya untuk sembahyang penjaga rumah, yang dikenal dengan sebutan 地基主 dì jī zhǔ.
Namun, tradisi sembahyang 地基主 dì jī zhǔ pada Malam Tahun Baru bisa berbeda-beda tergantung pada kebiasaan masing-masing keluarga. Jika sebuah keluarga tidak memiliki tradisi menyembah 地基主 dì jī zhǔ, dan tidak berencana untuk melakukannya di tahun berikutnya, maka mereka tidak perlu melakukan ritual tersebut.
Karena kita tidak mengetahui pasti jumlah "penjaga rumah 地基主 dì jī zhǔ" di setiap rumah, sehingga saat mempersiapkan persembahan, disarankan untuk menyiapkan sepasang makanan rumahan, buah-buahan, dua cangkir anggur atau teh, serta kertas emas, dan disarankan untuk menyiapkan dua set mangkuk dan sumpit.
Jika sulit untuk memasak, maka bisa persiapkan dua kotak nasi ayam sederhana, lengkap dengan nasi, daging, sayuran, dan telur, ditambah dengan dua mangkuk sup atau dua kaleng minuman.
Mengenai arah sembahyang, jika dapur memiliki pintu belakang, sembahlah ke arah pintu belakang menghadap ke luar. Jika dapur tidak memiliki jendela atau pintu belakang, sembahlah ke arah meja dapur. Jika dapur memiliki jendela tetapi tidak ada pintu belakang, sembahlah ke arah luar jendela.
5. Tradisi Makan Malam Tahun Baru Bersama-sama
Anak-anak yang bekerja di luar kota biasanya akan pulang untuk makan malam bersama keluarga, yang juga dikenal sebagai "reuni keluarga", di mana seluruh keluarga berkumpul untuk menikmati hidangan spesial Tahun Baru. Ingat, jangan habiskan menu ikan sepenuhnya, yang melambangkan kelimpahan sepanjang tahun.
6. Membagikan Angpau
Setelah makan malam Tahun Baru, orang tua akan memberikan angpau kepada anak-anak. Dan mereka yang sudah bekerja juga akan memberi angpau kepada orang tua mereka sebagai tanda terima kasih. Ingatlah untuk mengucapkan kata-kata baik saat menerima angpau.

freepik by pressfoto
Angpau melambangkan keberuntungan dan kekayaan. Setelah menerima angpau, sebaiknya simpanlah di bawah bantal sebagai '壓歲錢 baca: yā suì qián'.
'壓歲錢 baca: yā suì qián', pada zaman dahulu dipercaya dapat melindungi anak-anak dari roh jahat yang dipercaya berkeliaran selama Tahun Baru Imlek. Uang tunai di dalam amplop merah dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir roh jahat tersebut.
Setelah disimpan di bawah bantal, maka setelah hari kelima Tahun Baru Imlek, tabunglah uang angpau tersebut ke dalam rekening bank, yang melambangkan kekayaan dan upaya untuk bekerja keras di tahun yang baru.
Langsung menghabiskan uang angpau setelah Anda menerimanya, dianggap bisa menghilangkan keberuntungan.
7. Tradisi Menjaga Malam
Tradisi "menjaga malam" di malam Tahun Baru dikenal dengan istilah 守歲 baca: shǒu suì. Ini adalah tradisi di mana orang-orang, khususnya dalam budaya Tionghoa, tetap terjaga sepanjang malam di malam tahun baru Imlek.
Tujuannya adalah untuk menyambut tahun baru, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan sebagai simbol harapan untuk umur yang lebih panjang bagi orang tua dalam keluarga.
Tradisi ini mencerminkan keinginan untuk meningkatkan kebersamaan dan keharmonisan dalam keluarga, serta harapan untuk keberuntungan dan kesehatan yang baik di tahun yang akan datang.
Tradisi Menjaga Malam 守歲 baca: shǒu suì.
8. Berjalan Kaki atau Berkendara di Arah Keberuntungan pada Malam Tahun Baru
Setelah menikmati makan malam, berjalan kaki sejauh 30 hingga 50 meter atau mengemudi beberapa menit ke arah yang dianggap membawa keberuntungan, dan menghindari arah yang dipercaya membawa sial, dipercaya dapat menarik energi positif dan keberuntungan untuk tahun yang akan datang.
Ritual ini memiliki makna simbolis, mewakili langkah pertama menuju tahun yang dipenuhi dengan harapan, keberuntungan, dan kemakmuran.