History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wapres Lai Ching-te: Memperkuat Jaringan Keamanan Sosial Menjadi Penopang Kelompok Lemah

  • 06 February, 2024
  • 尤繼富
Wapres Lai Ching-te: Memperkuat Jaringan Keamanan Sosial Menjadi Penopang Kelompok Lemah
Wapres Lai Ching-te: Memperkuat Jaringan Keamanan Sosial Menjadi Penopang Kelompok Lemah

(Taiwan, ROC) --- Pada Selasa hari ini (6/2), Wakil Presiden Lai Ching-te (賴清德) bertemu dengan mahasiswa pertukaran pelajar dalam dan luar negeri, Taiwan Fund for Children and Families (TFCF). Dalam pertemuan hari ini, Wapres mengucapkan terima kasih kepada TFCF karena telah lama mendorong kegiatan amal.

Beliau menekankan, sejak tahun 2018 pemerintah telah mendorong program jaringan keamanan sosial, serta merawat kelompok rentan untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, dan memungkinkan anak-anak tumbuh dengan bahagia.

Di masa depan, ia akan terus memperkuat kerja sama ini dengan organisasi amal masyarakat, serta berdasarkan jaring keamanan sosial yang sudah ada, menghubungkan berbagai sistem jaringan yang lebih menyeluruh akan terbentuk dan menjadi penopang bagi semua.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Wakil Presiden Lai Ching-te diundang untuk menghadiri kegiatan pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri yang dibantu oleh TFCF.

Wakil Presiden Lai menyatakan bahwa selama lebih dari 70 tahun, TFCF telah membantu lebih dari 500.000 keluarga miskin, baik dalam dan luar negeri untuk tumbuh dan mengejar mimpi, serta membantu lebih dari 100.000 anak di luar negeri yang tersebar di 34 negara.

TFCF adalah mitra penting pemerintah dalam mendorong kegiatan amal, dan ia ingin mewakili pemerintah untuk menyampaikan penghargaan tertinggi.

Wapres Lai mengatakan, selain TFCF yang sangat peduli dengan anak-anak yang kurang beruntung, pemerintah juga memiliki perhatian yang sama.

Oleh karena itu, sejak tahun 2018, pemerintah telah mendorong program jaring keamanan sosial, dengan investasi mencapai NT$7 miliar untuk periode pertama, yakni tahun 2018 hingga 2020. Sedangkan untuk periode kedua, otoritas berwenang meletakkan total investasi mencapai NT$ 40 miliar.

Penanaman investasi di atas diharapkan dapat merawat anak-anak yang kurang beruntung dan juga mencegah peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. Dengan demikian, anak-anak dapat tumbuh dengan bahagia.

Wakil Presiden Lai berjanji akan membuat program jaringan keamanan sosial ini lebih lengkap di masa depan.

Wakil Presiden Lai mengatakan, "Di masa depan saya akan terus memperkuat ini dan bekerja sama dengan Yayasan TFCF dan organisasi amal masyarakat. Berdasarkan jaringan keamanan sosial yang ada, menghubungkan berbagai sistem, untuk membuat jaringan tersebut semakin lengkap, ini adalah tugas yang akan saya lakukan ke depannya."

Wakil Presiden Lai juga memberikan semangat kepada anak-anak yang dibantu oleh TFCF. Selain dari bantuan pemerintah yang merupakan kewajiban, banyak juga organisasi amal dan orang-orang baik di masyarakat yang peduli dengan kelompok yang kurang beruntung.

Meskipun berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi mereka tidak sendirian. Seluruh lapisan masyarakat akan menjadi penopang mereka.

Di lokasi tersebut terdapat 13 mahasiswa universitas yang dibantu oleh TFCF, dari negara-negara seperti Mongolia, Kyrgyzstan, dan Eswatini, mereka satu per satu berbagi kalimat berkah Tahun Baru Imlek, yang mereka tulis teruntuk Wakil Presiden Lai.

Wapres mengatakan, ia mewakili pemerintah menyambut para pelajar internasional ini datang ke Taiwan untuk belajar, dan juga berharap mereka dapat merasakan kehangatan dan kebaikan warga Taiwan. Dan terlebih lagi, Lai Ching-te berharap mereka dapat menganggap Taiwan sebagai rumah kedua.

Lai Ching-te juga menyebutkan bahwa selama kampanye presiden, ia telah mengusulkan ide untuk mendirikan "Fondasi Mimpi Miliaran Dolar untuk Pemuda Luar Negeri", yang bertujuan mendorong anak-anak untuk melangkah keluar dari negara mereka, memperluas wawasan, melihat dunia luar, dan juga menyambut anak-anak dari luar negeri untuk datang ke Taiwan dan mempelajari lebih banyak tentang Taiwan.

Wapres Lai menambahkan, di masa lalu Taiwan adalah negara yang sering menerima bantuan, tetapi sekarang Taiwan sudah menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-21 di dunia.

Selain harus merawat warga negaranya dengan baik, Taiwan juga harus bergabung dengan masyarakat internasional dan memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat internasional. Pemerintah berharap bisa terus bekerja sama dengan organisasi sosial untuk melakukan kegiatan amal.

Komentar

Terbarumore