(Taiwan, ROC) Menlu urusan diplomasi dan kerja sama luar negeri negara Eswatini, Pholile Shakantu mendapat undangan dari Taiwan, pada tanggal 31 Januari memimpin delegasi berkunjung ke Taiwan, mewakili King Mswati III mengucapkan selamat atas kesuksesan pemilihan presiden dan legislatif Taiwan, secara langsung mengucapkan selamat kepada Lai Ching-te yang terpilih menjadi sebagai presiden. Pada pagi hari ini bertemu dengan Lai Ching-te di Istana Kepresidenan.
Dalam sambutan wapres Lai mengatakan, Pholile Shakantu adalah menteri perdana yang berkunjung ke Taiwan setelah kabinet pemerintahan baru menjabat pada November 2023, hal ini menunjukkan kemitraan Taiwan Eswatini semakin berarti. Ia juga mengemukakan, kemitraan ini terjadi sejak 1968, kini telah 55 tahun berjalan, pembinaan yang telah melampaui dari setengah abad menjadi bukti persahabatan, saling mendukung di masa- masa sulit, hingga hubungan ini dapat kokoh dan langgeng. Lai mewakili pemerintah dan masyarakat Taiwan mengapresiasi dukungan Eswatini dalam berbagai ajang internasional.
Lai Ching-te mengatakan, “Saya berterima kasih atas dukungan dari masyarakat Taiwan, terpilih sebagai presiden, jalan yang ditempuh masih panjang, membangun fondasi untuk pembinaan persahabatan jangka panjang, melanjutkan strategi diplomasi stabil Presiden Tsai Ing-wen , mengonsolidasikan hubungan Taiwan-Eswatini, berlanjut memperdalam kemitraan bilateral, mengupayakan kesejahteraan masyarakat kedua belah pihak.”
Pholile Shakantu mengatakan pertemuan hari ini menjadi momen yang bagus, bulan lalu pemilu Taiwan baru berakhir, hari ini pemilihan Ketua Yuan Legislatif, sangat patut dirayakan. Ia berjanji kepada Wapres Lai bahwa Eswatini tidak akan ketinggalan acara inagurasi 20 Mei mendatang.
Pholile Shakantu menegaskan pihaknya berlanjut menjalin persahabatan ini, juga mengharapkan setelah Lai Ching-te menjabat, maka hubungan bilateral ini akan semakin stabil. Ia juga menambahkan Eswatini mendukung Taiwan untuk memperoleh pengakuan internasional dan ikut serta dalam berbagai organisasi internasional, Taiwan wajib setara dengan negara lainnya, menghimpun sumber daya yang ada, baru dapat mewujudkan sasaran pembangunan berkelanjutan dari PBB.