(Taiwan, ROC) -- Berdasarkan laporan dari wadah pemikir Amerika Serikat, Center for Strategic and International Studies (CSIS), survei terbaru memperlihatkan, kebanyakan dari pakar Amerika Serikat dan Taiwan mengemukakan bahwa amphibi Tiongkok kurang mampu untuk melancarkan invasi ke Taiwan, tetapi memiliki kemampuan untuk mengisolasi Taiwan.
Media berita online Axios Amerika Serikat melaporkan, Proyek Perencanaan Kekuatan Tiongkok (China Power Project - CSIS) dan Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional (Institute for National Defense and Security Research/INDSR) melakukan jajak pendapat terhadap 87 orang pakar dari Amerika Serikat dan Taiwan, dari AS ada 52 pakar dan Taiwan 35 pakar. Waktu pelaksanaan jajak pendapat mulai 28 November sampai 15 Desember 2023.
Jajak pendapat memperlihatkan, hanya 26% pakar AS dan 17% pakar Taiwan setuju dengan pendapat bahwa memiliki kemampuan militer untuk melancarkan invasi amfibi yang efektif ke Taiwan dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan laporan CSIS, salah satu alasan dari perkiraan adalah “Invasi amphibi memerlukan banyak tentara untuk melakukan isolasi atau blokir, dan banyak langkah rumit yang harus dilaksanakan.”
Namun pakar Taiwan dan Amerika Serikat kebanyakan setuju bahwa Tiongkok memiliki kekuatan untuk isolasi atau blokir Taiwan dalam waktu 5 tahun kedepan.
90% dari pakar AS dan 62% pakar Taiwan mengemukakan, Tiongkok memiliki kemampuan untuk mengisolasi Taiwan. Karantina merupakan salah satu pemblokiran dengan tingkat batasan tertentu terhadap aktivitas bisnis dan bukan tindakan militer, pekasanaannya dengan kapal penjaga pantai atau kapal-kapal Tiongkok lainnya, dan bukan dari pihak militer Tiongkok.
Selian itu, sekitar 80% pakar AS dan 60% pakar Taiwan menyampaikan, Tiongkok memiliki kekuatan untuk memblokir Taiwan, memblokir kegiatan bisnis dan militer yang dipimpin langsung oleh pihak militer Tiongkok.