(Taiwan, ROC) Tuvalu akan mengadakan pemilu pada tanggal 26 Januari mendatang, memilih 16 anggota parlemen baru. Menteri Keuangan Seve Paeniu menyampaikan setelah pemilu berakhir akan meninjau kembali hubungan diplomatik Taiwan-Tuvalu. Kemenlu pada hari Kamis ini (25/1) menyampaikan pihaknya memiliki hubungan baik dengan Gubernur Jenderal, Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Ketua Majelis dan politikus dari berbagai kalangan di Tuvalu. Mereka berulang kali menegaskan posisi Tuvalu, yang mementingkan persahabatan dan di masa mendatang akan melakukan kerja sama di pelbagai bidang.
Juru bicara kemenlu Jeff Liu, “Daratan Tiongkok sengaja merebut negara sahabat diplomatik, menjadi sasaran utama untuk menekan demokrasi Taiwan, Kemenlu beranggapan tidak menutup kemungkinan Daratan Tiongkok akan menekan posisi Taiwan di ranah internasional, sekali lagi memanipulasi pemilu Tuvalu, berniat buruk memengaruhi isu dan kandidat tertentu, bermaksud mengencarkan perang kognitif, merancukan opini publik internasional”.
Duta besar ROC untuk Tuvalu Andrew Lin (林東亨) menyampaikan kepada kantor berita CNA, rumor yang sengaja dimanipulasi dan diharapkan hubungan antara parlemen baru dan pemerintah Tuvalu dan Taiwan akan terus berlanjut. Dubes Andrew Lin Lin Tung-heng mengatakan, setelah Taiwan memutuskan hubungan diplomatik dengan Nauru, Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano segera mengirimkan surat kepada Presiden Tsai Ing-wen yang menyatakan hubungan Taiwan-Tuvalu berjalan dengan stabil.