(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan kapal perusak Angkatan Laut AS John Finn yang memasuki selat Taiwan, Juru Bicara Komando Militer Timur Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Republik Tiongkok kemarin (24/1) Shi Yi (施毅) mengeluarkan pernyataan, militer AS belakangan ini kerap kali “melakukan tindakan provokasi, berniat buruk merusak stabilitas perdamaian kawasan”, maka militer TPR berupaya kuat “mengawasi kapal perang AS secara cermat, tindakan penanganan yang mereka lakukan sesuai dengan peraturan.”
CCTV-13 melaporkan, Shi Yi (施毅) menyampaikan, kapal perusak Angkatan Laut AS John Finn berlayar memasuki selat Taiwan dan “sengaja membesar-besarkan secara terbuka”, maka militer RRT akan mengawasi dan memantau sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku secara cermat.
Shi Yi mengatakan, baru-baru ini militer AS kerap memprovokasi, berniat buruk merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. TPR bagian perang akan siaga setiap saat, menegaskan menjaga kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional.”
Kementerian Pertahanan Republik Tiongkok kemarin malam (24/1) mengeluarkan pers rilis menyampaikan, sebuah kapal militer AS pada hari tersebut berlayar dari Utara ke Selatan melintasi selat Taiwan, selama memasuki selat Taiwan kemiliteran sepenuhnya memantau dan kondisi perairan sekitar aman terkendali, dinamika zona udara pun dalam kondisi normal.
Pada hari yang sama Angkatan Laut AS juga mengeluarkan pernyataan, kapal perusak AS John Finn pada hari tersebut memasuki selat Taiwan, posisi jalur ini di luar territorial negara manapun, kapal perusak AS John Finn melintasi selat Taiwan, hal ini menunjukkan komitmen Taiwan dalam menjaga konsep kebebasan navigasi bagi semua negara. Tidak ada anggota komunitas internasional yang boleh diintimidasi atau ditindas, melainkan perlu terus memperjuangkan hak dan kebebasan.