History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

865 Sekolah Menerapkan Belajar Bahasa Penduduk Asli dengan “Live Streaming”

  • 18 January, 2024
  • 鄭蕙玲
865 Sekolah Menerapkan Belajar Bahasa Penduduk Asli dengan “Live Streaming”
belajar bahasa penduduk asli dengan live streaming (foto: Kemendik)

(Taiwan, ROC) Semakin sedikit siswa yang berminat belajar bahasa penduduk asli, karena kekurangan siswa sehingga kelas fisik tidak jadi dibuka. Tahun ajaran 2023 ada 865 sekolah yang dimediasi oleh Kementerian Pendidikan, mengadopsi aktivitas belajar mengajar secara live streaming, maka menjadi solusi untuk memecahkan hambatan pembelajaran di lokasi terpencil.

Kementerian Pendidikan kemarin ini (17/1) merilis naskah pers, “program belajar bersama bahasa penduduk asli usai sekolah”, dipercayakan kepada University of Taipei untuk memfasilitasi, pada tahun ajaran 2023 total ada 469 SD, 420 SMP dan 156 SMK.

Di SMA Kinmen ada 6 siswa penduduk asli, dikarena tinggal di tempat yang terpencil, sulit untuk mendapat guru pengajar. Agar dapat menjamin hak siswa belajar bahasa daerah maka mengadopsi pembelajaran secara live streaming, kelas online untuk bahasa penduduk asli suku Amis dan Bunun, para siswa pada waktu dan tempat yang ditentukan, belajar bersama secara online.

Guru pengajar bahasa Amis, Hsieh Ho-ying (謝和英) tinggal di Orchid Island, dikarenakan kendala jarak dan transportasi, baginya sulit untuk menjangkau ke pulau Taiwan maupun pulau lainnya, pada masa lalu hanya bisa mengajari siswa yang tinggal di Orchid Island. Setelah ikut bergabung dengan belajar bersama secara live streaming, siswa dari berbagai tempat berkesempatan untuk belajar jarak jauh. Ia menambahkan, ia bisa mewariskan bahasa Amis dan budayanya kepada generasi berikutnya.

Kementerian Pendidikan mengemukakan, melalui live streaming bisa memecahkan hambatan aktivitas belajar mengajar, menyediakan kesempatan belajar yang sama untuk semua siswa, ditambah lagi siswa dan guru dari berbagai tempat bisa melakukan pertukaran secara online. Supaya program pembelajaran bahasa penduduk asli bisa dipromosikan dan berjalan dengan lancar, maka Ditjen Pendidikan K-12, Kementerian Pendidikan beberapa tahun terakhir ini aktif membina guru pengajar dan staf pendukung, berharap bisa melengkapi sumber pengajar dan melanjutkan pelestarian budaya penduduk asli.

Komentar

Terbarumore