History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pelopor Gerakan Demokrasi Taiwan Shih Ming-teh Meninggal Dunia pada Usia 83 Tahun

  • 15 January, 2024
  • 陳志勇
Pelopor Gerakan Demokrasi Taiwan Shih Ming-teh Meninggal Dunia pada Usia 83 Tahun
Pelopor Gerakan Demokrasi Taiwan Shih Ming-teh Meninggal Dunia pada Usia 83 Tahun

(Taiwan, ROC) - Mantan Ketua Partai Progresif Demokratik (DPP) Shih Ming-teh (施明德), salah satu pemimpin utama gerakan demokrasi Taiwan yang menghabiskan lebih dari 25 tahun hidupnya di penjara karena menentang otoriterisme Taiwan pada akhir abad ke-20, meninggal dunia pada hari Senin di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei.

Disebut sebagai "Nelson Mandela dari Taiwan,” Shih yang mendedikasikan hidup dan karirnya untuk pemajuan hak asasi manusia di Taiwan, meninggal karena penyakit kanker hati tepat pada ulang tahunnya yang ke 83.

Juru bicara Kantor Kepresidenan Lin Yu-chan (林聿禪) mengatakan bahwa Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) sempat mengunjungi Shih kemarin, dan sangat berduka atas berita meninggalnya Shih pagi tadi, dan telah menyampaikan belasungkawa pada keluarga Shih.

Menurut Lin, Shih berpartisipasi dalam gerakan demokrasi selama periode otoriter, adalah salah satu elemen penting dalam persiapan majalah "Pulau Indah", mempromosikan konsep kebebasan dan demokrasi, dan menantang sistem pemerintahan partai pada zaman itu.

Shih mengajukan pencabutan larangan pembentukan partai politik, larangan penerbitan surat kabar, pemberlakuan masa darurat militer, dan penghapusan parlemen dengan anggota permanen; kemudian dipenjara setelah "Insiden Pulau Indah" dan menjabat sebagai ketua DPP setelah dibebaskan.

Memasuki abad ke 21, Shih berpisah dengan DPP dan menjadi musuh kuat Presiden DPP Chen Shui-bian (陳水扁), memimpin gerakan pada akhir tahun 2006 yang mencoba menggulingkan Chen karena dugaan korupsi dalam pemerintahan DPP.

Shih juga merupakan pendiri Yayasan Shih Ming-Teh, sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di Distrik Xizhi, New Taipei, bertujuan untuk mempromosikan kemajuan rekonsiliasi etnis, kebebasan nasional, kesetaraan, demokrasi dan hak asasi manusia.

Komentar

Terbarumore