History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pakar Amerika Serikat: Pemilu Taiwan Menunjukkan Contoh Negara Demokrasi yang Matang, Pecahkan Bingkai Media Internasional

  • 14 January, 2024
  • 尤繼富
Pakar Amerika Serikat: Pemilu Taiwan Menunjukkan Contoh Negara Demokrasi yang Matang, Pecahkan Bingkai Media Internasional
Pakar Amerika Serikat: Pemilu Taiwan Menunjukkan Contoh Negara Demokrasi yang Matang, Pecahkan Bingkai Media Internasional

(Taiwan, ROC) --- Pakar asal Amerika Serikat, Kharis Templeman, menganalisis bahwa meskipun tingkat partisipasi dalam pemilihan presiden Taiwan kali ini adalah yang kedua terendah dalam sejarah, tetapi hal tersebut justru menunjukkan bahwa Taiwan telah menjadi negara demokrasi yang matang, di mana masyarakat melihat pemilu  secara "wajar", tidak seperti kerangka antara "pertarungan hidup dengan mati" yang sering dilaporkan dan dipahami oleh media internasional selama ini.

Hasil pemilihan presiden Taiwan telah diumumkan, dan para pakar AS yang fokus pada isu Taiwan, termasuk Kharis Templeman dan Ryan Hass, telah mengucapkan selamat kepada presiden terpilih, yakni Lai Ching-te (賴清德), dan wakil presiden terpilih, yakni Hsiao Bi-khim (蕭美琴).

Kharis Templeman, yang kembali ke Taiwan untuk mengamati situasi pemilu, dalam wawancara video dengan media Central News Agency (CAN), menyatakan bahwa pemilihan kali ini, jika dibandingkan dengan tahun 2016 dan 2020, memiliki atmosfer yang lebih tenang dan kurang bergairah, dan tidak ada calon yang menonjol secara signifikan atau sangat menginspirasi.

Menurut statistik dari Central Election Commission (CEC) di Taiwan, tingkat partisipasi pemilihan presiden kali ini adalah 71,86%, merupakan yang kedua terendah dalam sejarah, hanya lebih tinggi dari 66,27% pada tahun 2016.

Kharis Templeman berpendapat bahwa ini menunjukkan bahwa Taiwan telah menjadi sebuah "negara demokrasi matang yang normal", di mana masyarakat melihat pemilu secara "wajar", dan tidak lagi menganggapnya sebagai keputusan penting bagi kelangsungan hidup masa depan Taiwan.

Tingkat partisipasi dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020 mencapai 66,7%, yang merupakan rekor tertinggi dalam 120 tahun terakhir di Amerika Serikat.

Kharis Templeman menyatakan bahwa media internasional dalam banyak hal menggambarkan pemilihan ini sebagai pertarungan yang menentukan eksistensi Taiwan. Namun, interpretasi ini berbeda dengan apa yang dia amati di lapangan.

Menurut pengamatannya, pemilih di Taiwan secara umum tidak terlalu bersemangat atau khawatir. Para kandidat cenderung memiliki kesamaan dalam banyak kebijakan, dan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam pendirian mereka, yang pada beberapa aspek terasa agak membosankan.

Lai Ching-te dan Hsiao Bi-khim terpilih sebagai presiden dan wakil presiden baru, mematahkan apa yang disebut kutukan kekuasaan selama 8 tahun.

Kharis Templeman menekankan bahwa sangat sulit bagi partai berkuasa untuk memenangkan periode ketiga, tetapi Partai Progresif Demokratik (DPP) berhasil melakukannya. Meski demikian, tingkat suara yang mereka peroleh, 40,05%, lebih rendah daripada pada tahun 2020 dan 2016, dan jumlah kursi di parlemen yang dimenangkan oleh tiga partai tidak mencapai mayoritas, yang menunjukkan adanya ketidakpuasan di kalangan pemilih.

Mengamati hasil suara ketiga partai, pandangan Kharis Templeman serupa dengan sarjana Jepang, Koyama Yukiko. Menurutnya, Partai DPP dan Kuomintang (KMT) mengkonsolidasi basis pemilih inti mereka, sementara pemilih lain tampaknya memberikan suara mereka kepada Ko Wen-je (柯文哲).

Dia menambahkan bahwa kelompok pemilih ini saat ini hanya memiliki pilihan Ko Wen-je, tetapi tidak berarti mereka akan terus mendukungnya di masa depan, mereka juga mungkin beralih mendukung Partai DPP atau KMT.

Namun, Partai Rakyat Taiwan (TPP) akan memegang keseimbangan kekuasaan di parlemen dan berpengaruh dalam pengesahan kebijakan.

Kharis Templeman menambahkan, bahwa komentar Ko Wen-je setelah pemilu cenderung lebih fokus pada dirinya sendiri, sehingga belum jelas antara apa sebenarnya urusan politik atau prioritas yang menjadi perhatian utama Partai TPP.

Dalam hal nilai dan kebijakan, mereka tampak agak kosong. Partai TPP memiliki empat tahun ke depan untuk membuktikan nilai mereka. Jika dapat membangun citra yang jelas, mungkin mereka dapat mengkonsolidasi basis pendukung mereka. Jika tidak, kekuatan mereka mungkin akan berkurang secara bertahap, karena saat ini Partai TPP hanya mewakili pilihan selain Partai DPP dan KMT.

Kharis Templeman juga menyatakan bahwa Partai DPP akan menghadapi tantangan dalam pemerintahannya di masa depan. Lai Ching-te, setelah memenangkan pemilihan, juga menyebutkan perihal interaksi dengan partai lain.

Meskipun akan ada periode saling mengimbangi antar partai di masa depan, ini juga dapat membuka peluang untuk kerja sama lintas partai yang lebih baik.

Kharis Templeman berpendapat bahwa pidato Lai Ching-te sangat "lembut", menekankan bahwa "rakyat Taiwan bersama-sama telah menuliskan halaman baru dalam demokrasi", tanpa mengandung konten yang memperkeruh emosi Beijing. "Ini adalah awal yang baik," tambah Kharis Templeman

Komentar

Terbarumore