History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Lai Ching-te Muncul di Halaman Utama Media Australia: Tiongkok Harus Sadar Bahwa Perdamaian adalah Tanggung Jawab Bersama

  • 13 January, 2024
  • 李珮菁
Lai Ching-te Muncul di Halaman Utama Media Australia: Tiongkok Harus Sadar Bahwa Perdamaian adalah Tanggung Jawab Bersama
Salah satu kandidat calon presiden dari DPP, Lai Ching-te (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Media utama asal Australia, "The Australian," merilis pemberitaan dengan headline berjudul "Kekuatan Taiwan Membawa Perdamaian" pada hari Rabu, 10 Januari lalu. Pemberitaan ini berisikan wawancara dengan kandidat presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP), Lai Ching-te (賴清德).

Lai Ching-te menekankan bahwa ia bersedia bekerja sama dengan Tiongkok di atas kerangka kesetaraan dan martabat, serta berharap Tiongkok menyadari bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama.

Saat ditanya tentang bagaimana ia akan berdialog dengan Beijing jika terpilih, Lai Ching-te mengatakan bahwa dirinya akan melanjutkan kebijakan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), "Jika kita memiliki kesetaraan dan martabat, saya bersedia bekerja sama dengan Tiongkok untuk meningkatkan kesejahteraan orang-orang di kedua sisi Selat Taiwan."

Ia juga menegaskan bahwa jika terpilih menjadi presiden, ia berharap Tiongkok akan menyadari bahwa perkembangan perdamaian antara kedua sisi selat adalah tanggung jawab bersama.

"The Australian" juga mengutip pernyataan seorang diplomat asing yang berbasis di Taiwan yang mengatakan, jika Lai Ching-te memenangkan pemilu, maka ia harus bersiap untuk menghadapi reaksi dari Beijing.

Menurut laporan tersebut, Sekjen Dewan Keamanan Nasional (NSC), Wellington Koo (顧立雄), memprediksi bahwa jika Lai Ching-te terpilih, maka konflik di area abu-abu oleh Tiongkok terhadap Taiwan akan meningkat semenjak pemilu hingga upacara pelantikan pada 20 Mei 2024.

"The Australian" juga menyebutkan bahwa Kuomintang adalah mitra dialog utama Beijing dengan Taiwan, karena berbeda dengan DPP, Kuomintang mendukung gagasan "Satu Tiongkok".

Juru bicara kampanye Lai Ching-te, Vincent Chao (趙怡翔), dalam wawancara dengan "The Australian," membicarakan tentang kunjungannya tahun lalu ke ibu kota Australia, Canberra, di mana dia bertemu dengan pejabat pemerintah federal Australia dan anggota wadah pemikir. Dia menyatakan bahwa Australia memiliki minat yang besar terhadap keamanan di Selat Taiwan.

Hal ini menunjukkan bahwa perdamaian di kawasan ini tidak hanya sesuai dengan kepentingan Taiwan, tetapi juga dengan kepentingan Australia.

Selain itu, media mainstream Australia "Australian Financial Review" (AFR) memuat analisis dari Richard McGregor, peneliti senior Asia Timur di Lowy Institute, sebuah wadah pemikir Australia. Richard McGregor berpendapat bahwa jika Partai DPP memenangkan pemilihan presiden Taiwan untuk ketiga kalinya berturut-turut, itu akan menjadi kekalahan yang mengerikan bagi Beijing. Negara-negara lain, termasuk Australia, harus mendukung Taiwan, bukan hanya berbicara tentang ancaman perang.

Richard McGregor menunjukkan bahwa pemerintah bangsa Barat, termasuk Australia, sedang berjuang untuk membicarakan Taiwan. Mereka kebanyakan tidak membicarakan konflik, tetapi mencoba menenangkan situasi.

Menurut Richard McGregor, sangat penting untuk menarik perhatian publik Australia atas isu Taiwan dan membangun dasar untuk mendukung kepentingan bersama terhadap Taiwan. Laporan dari Lowy Institute pernah menyatakan, jika Tiongkok menyerang Taiwan, maka 80% orang Australia mendukung penerimaan pengungsi Taiwan, dan 76% mendukung sanksi terhadap Beijing. Namun, hanya 42% yang mendukung pengiriman pasukan Australia untuk mendukung Taiwan.

Richard McGregor berpendapat bahwa cara paling efektif untuk mendapatkan dukungan dari Australia, Jepang, dan Eropa untuk Taiwan adalah dengan menekankan pentingnya Taiwan dalam keamanan ekonomi global.

Komentar

Terbarumore