History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jelang Pemilu di Taiwan, Deplu AS Kembali Dorong Tiongkok untuk Tidak Campur Tangan atau Mempengaruhi dengan Niat Buruk

  • 12 January, 2024
  • 陳柏萇
Jelang Pemilu di Taiwan, Deplu AS Kembali Dorong Tiongkok untuk Tidak Campur Tangan atau Mempengaruhi dengan Niat Buruk
Jelang Pemilu di Taiwan, Deplu AS Kembali Dorong Tiongkok untuk Tidak Campur Tangan atau Mempengaruhi dengan Niat Buruk

 (Taiwan, ROC) – Taiwan akan mengadakan pemilu pada tanggal 13 Januari mendatang, dan semua mata saat ini tertuju pada kemungkinan invervensi dari pihak Negeri Tirai Bambu. Terkait hal ini, Juru Bicara Utama Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Vedant Patel menegaskan kembali posisi konsisten AS yang menyatakan bahwa mereka menentang campur tangan dan pengaruh jahat dari pihak luar, serta memiliki keyakinan penuh terhadap proses demokrasi di Taiwan.

Ketika ditanya apakah AS khawatir akan intervensi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam pemilu Taiwan dalam konferensi pers rutin pada Kamis (11/1), Patel menyatakan bahwa pihak AS sudah dengan jelas menyatakan penentangannya terhadap campur tangan atau pengaruh jahat dari pihak luar terhadap pemilihan di Taiwan.

Dirinya juga mengemukakan, AS memiliki keyakinan besar terhadap proses demokrasi di Taiwan dan memercayai jika pemilih di Taiwan harus dapat memilih pemimpin berikutnya tanpa adanya campur tangan dari luar.

Seorang pejabat senior AS pada Rabu (10/1) dalam telekonferensi terkait pemilihan di Taiwan menyatakan bahwa mereka memiliki keyakinan penuh terhadap proses demokrasi di Taiwan dan menentang campur tangan, atau pengaruh dari pihak luar dalam pemilihan di sana. Terkait desas-desus jika AS akan mengirim delegasi tingkat tinggi ke Taiwan setelah pemilihan, pejabat tersebut menyatakan bahwa komunikasi tatap muka merupakan metode yang paling efektif, serta dapat membantu menciptakan perdamaian dan stabilitas.

Pejabat senior tersebut menegaskan, AS tidak akan memihak atau memiliki preferensi terhadap kandidat tertentu. Adapun hasilnya, kebijakan AS terhadap Taiwan tidak akan berubah. Negeri Paman Sam berharap hubungan tidak resmi antara AS-Taiwan akan terus kuat dalam berbagai aspek, seperti keamanan, perdagangan dan pertukaran antar masyarakat.

Mengenai kemungkinan RRT yang bereaksi terhadap hasil pemilihan, pejabat tersebut tidak bersedia berspekulasi. Namun, dirinya menunjukkan bahwa pemilu adalah bagian dari proses demokrasi yang normal, serta jika Beijing memilih untuk merespons dengan tekanan militer atau ancaman tambahan, itu akan membuat Beijing menjadi provokator.

Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangatlah penting bagi dunia. Taiwan merupakan bagian penting dari rantai pasokan global, dengan lebih dari setengah perdagangan global melewati Selat Taiwan. Oleh karena itu, merusak stabilitas industri di Taiwan juga akan merugikan perekonomian global secara serius, dengan efek domino yang mencapai seluruh ekonomi dunia.

Komentar

Terbarumore