(Taiwan, ROC) Mantan Presiden Ma Ying-jeou saat diwawancarai radio Jerman, mengungkit “konsensus 92” menjadi dasar politik penting dalam hubungan lintas selat, pernyataan dari Ma Ying-joeu “dalam hubungan lintas selat harus percaya dengan Kepala Negara Xi Jin-ping”, memicu kontroversi.
Sehubungan dengan hal ini, kandidat presiden DPP Lai Ching-te hari Kamis ini (11/1) saat berkampanye di Hsincu mengatakan, ide dan era Ma Ying-joeu sudah berlalu, melainkan yang dapat menjaga keamanan perdamaian kawasan Indo Pasifik adalah program 4 pilar damai utama. Lai Ching-te mengatakan, “Ide dan era Ma Ying-joeu telah berlalu, melewati lembaran baru, kita wajib bersikap realistis, akan tetapi tidak perlu berkhayal, ini juga menjadi alasan mengapa pemilu kali ini, saya mengusung 4 pilar utama perdamaian dengan alasan, ini baru dapat menjaga keamanan Taiwan, melindungi stabilitas kawasan Indo Pasifik secara tepat dan benar.”
Kandidat presiden parpol KMT Hou You-yi dan cawapres Jaw Shaw-kong menggelar konferensi pers pada hari Kamis ini (11/1), ketika dilontarkan pertanyaan apakah akan mengundang dan berdialog dengan Xi Jin-ping. Hou You-yi mengatakan hubungan lintas selat saat ini sudah berbeda dengan masa pemerintahan Ma Ying-joeu, lagipula banyak perbedaan ide pendapat dengan dirinya, Hou kembali menekankan, tidak akan menyentuh isu reunifikasi, namun jika diperlukan untuk berdialog dengan pimpinan lintas selat maka memerlukan konsensus komunitas Taiwan, akan tetapi hingga saat ini masih jauh. Hou You-yi mengatakan, “Berkaitan dengan pertemuan Ma Ying-jeou- Xi Jin-ping, hal ini bagi kita, ide pendapat Ma Ying-jeou cukup banyak, namun pendapatnya tidak sama dengan saya, selama saya dalam pemerintahan, saya tidak pernah mengungkit isu reunifikasi, hubungan lintas selat tidak boleh sepihak, kelihatannya ramah terhadap kita, cara demikian apakah tepat? Sangat riskan sekali.”
Kandidat presiden parpol TPP Ko Wen-je mengatakan, hubungan lintas selat yang diusung dalam pemilu kali ini adalah “otonomi Taiwan, perdamaian lintas selat”, perlu mengambil tindak lanjut yang tepat, yang utama adalah percaya diri sendiri, menghargai diri sendiri maka persiapan perlu dilakukan, tidak boleh dari awal sudah percaya kepada orang lain.
Ko Wen-je mengatakan, “Otonomi pertahanan sangat bagus, otonomi pertahanan ini juga mampu menjaga stabilitas dalam pembinaan hubungan kita dengan beberapa aliansi negara, kita semestinya juga mulai mencoba berkomunikasi dengan Daratan Tiongkok, ini baru benar, ini baru demokrasi Taiwan, perdamaian lintas selat, tetapi bukan mengatakan dari awal harus percaya kepada seseorang, terlalu riskan.”