(Taiwan, ROC) -- Memasuki masa tempur pemilu tahap terakhir, pemerintah lebih agresif dalam upaya mencegah campur tangan dari Tiongkok. Perdana Menteri Chen Chien-jen dalam wawancara media di Miaoli pada pagi hari ini (5/1) menyampaikan, instansi pertahanan keamanan terus melakukan persiapan dengan baik, melakukan penyesuai berdasarkan situasi nyata yang ada, dengan ketat melakukan pemeriksaan terhadap kasus-kasus terkait, serta selalu mengimbau agar masyarakat Taiwan meningkatkan kewaspadaannya agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman.
Terkait dengan topik vaksin Medigen (Vaksin COVID-19 buatan nasional Taiwan) menjadi topik yang menjadi perhatian dalam pertempuran pemilu, di mana partai oposisi meminta untuk mengelar rapat khusus laporan perdana menteri. Perdana Menteri Chen Chien-jen mengemukakan, Yuan Eksekutif maupun Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) telah beberapa kali memberikan penjelasan terbuka umum selama 1 – 2 tahun terakhir ini, dan lagi persyaratan kerahasiaan dari perjanjian kontrak pembelian vaksin COVID-19 pada kenyataannya juga adalah kesepakatan internasional, tetapi masih ada beberapa orang dari partai oposisi yang terus mengoreng isu ini dengan tujuan memengaruhi pengartian dari rakyat Taiwan.
Selain itu, mengenai serikat kerja High Speed Rail (HSR) yang merencanakan akan melakukan mogok kerja pada liburan Tahun Baru Imlek, PM Chen Chien-jen menyampaikan, bahwa karyawan adalah aset penting perusahaan, lagi pula perusahaan HSR juga terus berupaya untuk berkomunikasi dengan serikat kerja, Kementerian Ketenagakerjaan untuk terus memantau masalah ini, serta dengan agresif membantu agar negosiasi antara pihak perusahaan HSR dan karyawan dapat berjalan lebih baik lagi, mencapai kesepakatan antara tenaga dan pemberi kerja di bawah situasi harmonis dan saling percaya, menyelesaikan perdebatan yang ada.