(Taiwan, ROC) -- Association of Chinese Elite Leadership (ACEL) pada hari ini (29/12) mengumumkan hasil survei opini publik terkait pemilihan presiden dan hubungan Amerika Serikat (AS)-Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dalam hal dukungan untuk tiga pasangan cawapres, pasangan Lai-Hsiao mendapakan dukungan sebanyak 33,4%, pasangan Hou-Kong sebanyak 29% dan pasangan Ko-Wu sebanyak 25,8%. Sedangkan prakiraan kursi Parlemen berdasarkan dukungan partai politik pada hasil survei ini, secara keseluruhan Partai Kuomintang (KMT) berkemungkinan memperoleh sebanyak 13 kursi, Partai Progresif Demokrat (DPP) 12 kursi dan Partai Rakyat Taiwan (TPP) sebanyak 9 kursi. Terkait dengan pertanyaan akan campur tangan RRT atau AS dalam pemilihan umum di Taiwan, sebanyak 43% responden merasa campur tangan Negeri Tirai Bambu lebih serius, sementara 25% merasa campur tangan Negeri Paman Sam lebih serius.
Berdasarkan data survei yang diumumkan oleh ACEL, sebanyak 87% responden menyatakan niat mereka untuk memberikan suara dalam pemilu, sedangkan hanya sekitar 13% menyatakan bahwa mereka tidak akan memberikan suara.
Menurut perkiraan dari pakar ACEL Wang Zhin-sheng (王智盛), tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu kali ini diperkirakan berada di kisaran 65-70%. Dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari pendukung TPP, kemungkinan adanya “pembelotan” antara kubu biru (KMT) dan kubu putih (TPP) tidak begitu tinggi. Wang Zhin-sheng (王智盛) mengatakan, ”tingkat perolehan suara dari pendukung TPP dan juga tingkat distribusi etnis, pada dasarnya menunjukkan tingkat kogesivitas yang cukup tinggi.”
Terkait dengan isu campur tangan Negeri Panda dalam pemilu Taiwan, Profesor Departemen Politik Universitas Tunghai, She Yu-chung (沈有忠) mengemukakan, menurut hasil survei menunjukkan jika hanya pendukung KMT yang berpendapat bahwa campur tangan AS lebih serius ketimbang campur tangan RRT, dan KMT seharusnya dengan jelas menyampaikan posisi mereka sehubungan dengan isu ini sebelum pemilu. She Yu-chung (沈有忠) mengatakan, ”Saat ini, jikalau tidak ada perubahan dalam dinamika persaingan antara AS-RRT, atau apabila semakin memburuk, sebenarnya sangatlah sulit untuk memuaskan kedua belah pihak, dan juga berkemungkinan akan mendapatkan hukuman dari kedua pihak. KMT seharusnya membuat argumen yang lebih baik di sini.”
Terkait pemberitaan media yang melaporkan bahwa band Mayday yang ditekan oleh Negeri Panda untuk membuat pernyataan pro-Tiongkok. Wang Zhin-sheng (王智盛) menyampaikan, dampak dari situasi ini masih perlu diamati. Pada saat bersamaan juga perlu memerhatikan peringatan 45 tahun “Pesan Kompatriot di Taiwan”, apakah Xi Jin-ping (習近平) akan menyampaikan pernyataan terkait dan apakah akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut dalam isu lintas selat sangatlah patut untuk diperhatikan.