(Taiwan, ROC) Tragedi leher siswa digorok di sekolah di Kota New Taipei sangat menggemparkan, keluarga korban marah dan menuntut “hukum penanganan urusan remaja”, hal yang menyedihkan karena anak yang membela keadilan malah dihabisi nyawanya, kemudian pihak keluarga menghapus pernyataan yang dilontarkan, menyebut pada waktu itu terlalu emosi, saat ini pihak keluarga korban hanya mengharapkan agar kematian anaknya bisa merubah keadaan, adanya penanganan insiden remaja”, selain itu dengan tak berdaya mengutarakan, “ini adalah hasil yang lebih baik dibandingkan anaknya lumpuh total”.
Pihak keluarga korban sempat memposting kritikannya di media sosial, menyebut “masalah remaja seperti apa yang tidak bisa ditangani, pelaku tetap diadili sesuai dengan hukuman pidana. Nyawa ponakan melayang begitu saja, siapa yang bisa merasakan kepahitan kami. Tidak semestinya membiarkan anak-anak nakal masuk ke sekolah, berharap pengorbanan ponakan kami dapat meniadakan peraturan penanganan remaja, memisahkan murid baik dan murid buruk di lingkungan yang berbeda”, anak yang membela kebenaran malah diperlakukan dengan tindakan kekerasan , tak diduga karena membela keadilan malah kehilangan nyawa, benar-benar menyedihkan.
Akan tetapi kemudian pihak keluarga menghapus unggahannya dan menyampaikan permohonan maaf, dengan alasan emosional seketika. Kemudian mempertimbangkan keamanan informasi dalam jaringan media sosial, dikaitkan dengan menjelang pemilu dan ditambah lagi dengan hukum yang tidak memperkenankan menyebarluaskan catatan kriminal orang, maka memilih menghapus unggahannya. Pihak keluarga korban mengimbay, agar tidak menyingkap data pribadi pelaku kejahatan, “jangan karena ingin membela keadilan yang akhirnya malah menjerumuskan diri sendiri”, serta berharap kematian dari anaknya bisa merubah keadaan, bisa merevisi “hukum penanganan insiden remaja”.
Berdasarkan informasi yang ada, siswa yang dilukai sempat dilarikan ke Far Eastern Memorial Hospital untuk diselamatkan, namun dikarenakan luka berat, akhirnya tidak terselamatkan. Kemarin pagi pihak kejaksaan melakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut dan mendapati di badan korban ada 10 luka tusuk yang mematikan, ini menunjukkan pembunuhan yang brutal.