(Taiwan, ROC) --- Seniman suku Amis dari Taiwan, Yosifu Kacaw (優席夫), baru-baru ini tampil di majalah wisata dunia JRNY Travel Magazine edisi November di Inggris. Dalam majalah tersebut, ia memperkenalkan seni asli kontemporer Taiwan dan kekayaan budaya dari kelompok etnis Austronesia.
Yosifu Kacaw, yang telah tinggal di Edinburgh selama bertahun-tahun, menggunakan kemampuan berbahasa Inggris dan identitasnya sebagai seniman untuk mempromosikan Taiwan di mana pun ia melangkah.
Yosifu Kacaw mengatakan, "Taiwan adalah akar saya, dengan beragam kelompok etnis dan kekayaannya yang menarik, pantas untuk diperkenalkan kepada orang-orang dari negara lain!"
Sebagai seniman suku Amis, Yosifu Kacaw, memiliki peran yang beragam. Ia dikenal sebagai pencipta seni dengan sentuhan gaya yang lebih berani, dan telah diakui secara internasional.
Dengan latar belakang Suku Penduduk Asli, serta tinggal di Edinburgh selama 25 tahun, Yosifu Kacaw, mampu berkomunikasi dengan orang lain dalam bahasa Inggris dengan sangat baik.
Bukan hanya lembaga diplomatik, bahkan Ditjen Pariwisata juga suka mengundangnya untuk mempromosikan Taiwan di panggung internasional, dan ia sangat senang memperkenalkan keindahan Taiwan kepada orang asing.
Karya Yosifu Kacaw juga telah muncul di beberapa tempat di dunia, meliputi Festival Fringe Edinburgh di Inggris, kereta bawah tanah New York di Amerika Serikat, dan sering bekerja sama dengan kantor perwakilan Taiwan di luar negeri untuk mengadakan pameran, misal di Twin Oaks Washington, Berlin Jerman, Israel, dan lain-lain.
Ia bahkan pernah diundang oleh Kedutaan Besar AS untuk Ceko, membawakan aktivitas terapi seni dan melukis halte bus bagi pengungsi Ukraina yang dipaksa pindah ke kota kuno Olomouc. Pameran seni di kala tersebut juga berhasil mendapat sambutan hangat masyarakat setempat.
Selain itu, Yosifu Kacaw, juga memiliki relasi luas di Edinburgh. Ia juga menjadi tuan rumah alternatif Taiwan selama Festival Fringe Edinburgh berlangsung. Di kala tersebut, Yosifu Kacaw menerima kedatangan tim seni dari Taiwan dan bahkan menjadi pembawa acara pesta musim Taiwan di festival bersangkutan.
Pada bulan November tahun ini, Yosifu Kacaw memperkenalkan karyanya ke majalah JRNY Travel Magazine, yakni sebuah majalah wisata ternama di Inggris. Ia juga tampil di podcast JRNY, memperkenalkan seni asli kontemporer Taiwan dan kekayaan budaya kelompok etnis Austronesia.
Hal ini kemudian membantu warga asing semakin memahami bahwa Taiwan bukan hanya tentang Taipei 101, bubble tea, dan pasar malam, tetapi juga tentang keindahan Hualien dan budaya serta seni dari Suku Penduduk Asli.
Yosifu Kacaw mengatakan, "Meskipun saya sekarang menetap di Edinburgh, Taiwan tetaplah akar saya. Taiwan adalah ibuku. Taiwan sangat indah, dan saya merasa ada banyak hal tentang Taiwan yang layak dipromosikan. Keragaman budaya kita, keindahan lokal Taiwan, nilai-nilai demokrasi Taiwan, Taiwan sangat luar biasa, dan masih banyak lagi yang bisa dipromosikan tentang Taiwan. Misalnya, di podcast JRNY UK dan JRNY Travel Magazine, kami membahas bahwa Taiwan bukan hanya tentang imajinasi tunggal, tetapi ada lebih banyak kejutan!"
Dalam beberapa tahun terakhir, Yosifu Kacaw beserta anggota keluarganya memutuskan untuk membuka Tribal Queen Art & Café di rumah leluhurnya di Hualien. Di sana, ia sering menerima kunjungan turis internasional, menjadikannya spot rekreasi dan pariwisata populer di timur Taiwan.
Yosifu Kacaw melanjutkan, setelah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun, ia sangat memahami posisi Taiwan di panggung internasional. Meskipun visibilitas Taiwan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih banyak orang yang tidak sepenuhnya memahami apa itu Taiwan, serta seni dan budaya yang adalah bagian penting dari soft-power Taiwan.
Sebagai seorang seniman asli, Yosifu Kacaw dengan senang hati mempromosikan Taiwan di panggung internasional, "Karena Taiwan benar-benar menarik," tutup Yosifu Kacaw.