(Taiwan, ROC) --- Menurut data terbaru dari Kementerian Dalam Negeri (MOI), rata-rata usia harapan hidup di Taiwan adalah 79,84 tahun, masing-masing 76,63 tahun untuk pria, dan 83,28 tahun untuk wanita.
Jika dibandingkan dengan rata-rata usia harapan hidup global tahun 2020 yang dirilis oleh PBB, maka Taiwan termasuk dalam kelompok di atas rata-rata.
Di antara enam kota besar Taiwan, Kota Taipei memiliki usia harapan hidup tertinggi dengan angka 83,75 tahun.

Salah seorang wanita berusia 61 tahun, yang juga adalah karyawan di pabrik makanan di Taiwan mengatakan, "Saya tidak bisa diam (mengapa)? Karena saya suka bergerak, memiliki energi berarti memiliki vitalitas. Dengan vitalitas, kita memiliki hati yang muda dan tidak akan menua. Di rumah pun sama, saya selalu membersihkan sana-sini, saya tidak bisa diam, dan saya tidak pernah memikirkan untuk pensiun."
Warga lainnya juga menimpal, "Di rumah, waktu Anda akan menjadi kacau. Anda tidak memiliki rutinitas seperti bekerja di sini selama 8 jam. Di rumah, Anda tidur kapan pun Anda mau, yang membuat Anda terasa semakin tua dan kehilangan semangat."
Di era modern ini, usia bertahan hidup seseorang semakin lama. Menurut data yang diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri pada Agustus tahun ini, rata-rata usia harapan hidup warga Taiwan adalah 79,84 tahun, dengan 76,63 tahun untuk pria dan 83,28 tahun untuk wanita.
Dibandingkan dengan rata-rata usia harapan hidup global tahun 2020 yang diterbitkan oleh PBB, usia harapan hidup rata-rata pria dan wanita di Taiwan masing-masing lebih tinggi 6,7 dan 8,6 tahun daripada rata-rata global.
Pria Swiss memiliki usia harapan hidup tertinggi dengan 81,6 tahun dan wanita Jepang dengan 87,1 tahun.
Di antara kota-kota di Taiwan, Kota Taipei memiliki usia harapan hidup tertinggi dengan 83,75 tahun, diikuti oleh Kota New Taipei, Taoyuan, Taichung, Tainan, dan Kaohsiung.
Sumber Foto: TVBS News
Meskipun rata-rata usia harapan hidup di Taiwan terbilang cukup tinggi, tetapi masih ada kekhawatiran tersembunyi.
Spesialis kedokteran keluarga di Rumah Sakit Shin Kong, Dokter Liu Peng-tzu (柳朋馳) mengatakan, "Di masa lalu, saat kami menangani kelompok pasien 'tiga tinggi' (hipertensi, diabetes, dan hiperlipidemia), umumnya terjadi sekitar usia 55 hingga 60 tahun. Namun, sekarang kami melihat penyakit ini telah bergeser ke usia yang lebih muda. Bahkan, dewasa ini banyak kasus dimulai dari usia 40 tahun, turun dari usia sebelumnya. Ketika diabetes mulai muncul, kerusakan pada pembuluh darah dan organ tubuh akan terjadi dan gejalanya mulai muncul setelah sekitar 20 hingga 25 tahun."
Tren peningkatan penyakit 'tiga tinggi' di kalangan muda dapat menyebabkan komplikasi seperti stroke saat usia bertambah, yang mengarah kepada kecacatan.
Rata-rata orang Taiwan harus terbaring di tempat tidur selama 8,04 tahun sebelum meninggal dunia.
Untuk mencegah kecacatan, perlu dilakukan pencegahan sejak muda. Banyak lansia juga mengalami sarkopenia (kondisi di mana massa otot rangka tubuh menurun secara progresif dan tidak dapat dipulihkan dengan sendirinya), kelemahan otot yang meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang.
Sedangkan ahli gizi di Rumah Sakit Cathay, Chang, Ssu-lan (張斯蘭) mengatakan, "Di kalangan lansia yang memiliki keluhan perihal gigi, kami melihat bahwa mereka kesulitan menggigit daging, sehingga asupan protein mereka menjadi terbatas. Hal ini yang dapat menyebabkan sarkopenia. Kami menyarankan beberapa perubahan tekstur makanan, seperti menghaluskan atau menggunakan daging cincang. Untuk sayuran, kami sarankan memilih yang lebih lunak, seperti daun ubi jalar atau bayam. Kami bahkan merekomendasikan untuk merebusnya terlebih dahulu sebelum menggorengnya."