(Taiwan, ROC) Mengenai G7 yang menggelar konferensi virtual dan menyampaikan, menegaskan kestabilan dan perdamaian selat Taiwan terhadap keamanan dan kemakmuran komunitas internasional menjadi hal yang tidak boleh terabaikan, Kemenlu pada hari Kamis ini (7/12) mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mengapreasiasi, menekankan Taiwan selaku bagian penting dalam kawasan Indo Pasifik, akan berlanjut bergandengan tangan dengan negara anggota G7 dan negara-negara yang memiliki pandangan yang sepaham, menekankan ketangguhan kubu negara demokratis berlandaskan pada dasar tatanan internasional, berkomitmen melawan tantangan dan ancaman otoriter.
Pernyataan bersama G7, selain menegaskan stabilitas dan perdamaian selat Taiwan, saat bersamaan mengimbau isu lintas selat diselesaikan secara damai, bersikeras melawan berbagai cara atau ancaman militer yang ingin merubah status quo secara sepihak.
Kemenlu mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir ini kondisi selat Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan semakin tegang, menjadi ancaman bagi keamanan kawasan regional Indo Pasifik dan seluruh dunia, juga memicu perhatian masyarakat dunia. Pada tahun ini beberapa pertemuan penting seperti KTT AS-Jepang, KTT pimpinan G7 di Hiroshima, forum pertemuan KTT AS-Jepang-Korea Selatan dan Jepang-Prancis, semua negara besar telah menegaskan kembali posisi mereka yang relevan dalam pernyataan bersama, yang menunjukkan bahwa memastikan keamanan di Selat Taiwan telah menjadi konsensus komunitas internasional.