(Taiwan, ROC) – Taiwan dalam beberapa tahun terakhir telah meraih hasil positif dalam perundingan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara lain. Selain lancarnya perundingan Inisiatif Perdagangan Abad ke-21 Taiwan-Amerika Serikat (AS), hasil positif juga turut dicapai dalam perundingan sebelumnya dengan Kanada dan Inggris. Dunia luar berspekulasi jika kemungkinan negara berikutnya yang akan menandatangani perjanjian ekonomi bilateral dengan Taiwan adalah Australia. Terkait hal tersebut, Ketua Kantor Negosiasi Ekonomi dan Perdagangan Yuan Eksekutif sekaligus sebagai Menteri Non Portofolio, John Deng (鄧振中) dalam sebuah wawancara daring “Guan Wo Shen Me Shi” pada Jumat (1/12) mengemukakan, berbagai kemungkinan semuanya ada, saat ini bukanlah saatnya untuk mengumumkannya. Dirinya harus menjaga kerahasiaan terkait perkembangan tersebut.
Media asing sebelumnya sempat memberitakan bahwa dokumen permohonan Taiwan untuk bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) diduga bocor, dan pemerintah tengah menyelidiki apakah ini terkait dengan operasi perang kognitif dari Negeri Tirai Bambu. Mengenai bagaimana Taiwan harus menghadapi tekanan dari Negeri Panda selama proses perundingan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara lain, John Deng (鄧振中) menyatakan bahwa negara-negara di seluruh dunia juga menyadari jika Taiwan merupakan kekuatan yang sangat penting dan memiliki kepentingan dalam mengembangkan hubungan dengan Taiwan. John Deng (鄧振中) mengemukakan, Pemerintah Beijing tidak memiliki hak untuk memerintah negara-negara lain terkait bagaimana mereka mengembangkan hubungan luar negeri, dan metode seperti itu tidak akan berhasil.
“Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mungkin akan mencoba kekacauan dan gangguan, tetapi hal tersebut tidak akan mempengaruhi hasil yang telah dicapai oleh Taiwan,” tutur John Deng (鄧振中).