(Taiwan, ROC) – Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan, Roy Chun Lee (李淳) yang akan segera menjabat sebagai perwakilan Taiwan untuk Uni Eropa, dilaporkan menghadiri upacara pembukaan Konferensi Keamanan Berlin yang digelar pada Rabu (29/11). Dalam pidatonya, dirinya menekankan bahwa pecahnya konflik di Selat Taiwan akan secara langsung memengaruhi rantai pasokan global dan kehidupan sehari-hari masyarakat Eropa, serta mengimbau negara-negara mitra untuk bersatu dalam mengintimidasi Negeri Panda.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Kamis (30/11) menunjukkan, “Konferensi Keamanan Berlin” merupakan salah satu konferensi keamanan besar dan penting di Eropa yang mengundang tokoh-tokoh diplomatik, pertahanan dan perekonomian dari seluruh dunia setiap tahunnya guna membahas isu keamanan di Eropa dan global. Roy Chun Lee (李淳) merupakan perwakilan Taiwan pertama yang diundang untuk memberikan pidato dalam konferensi tersebut, dan dirinya juga dikabarkan telah menerbitkan artikel khusus di dalam publikasi tahunan.
Roy Chun Lee (李淳) menegaskan, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangatlah penting bagi negara-negara di Eropa. Tidak hanya karena kedua belah pihak berbagi nilai-nilai bersama seperti kebebasan dan demokrasi, tetapi apabila terjadi konflik militer di Selat Taiwan maka hal tersebut dapat memengaruhi rantai pasokan global dan kehidupan sehari-hari masyarakat Eropa. Dirinya menghimbau negara-negara yang mendukung Taiwan untuk bersatu guna mengintimidasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam menggunakan kekuatan militer guna meraih tujuannya di Taiwan.
Dalam sesi tanya jawab setelah pidato, sekitar 800 orang di lokasi memberikan tanggapan yang antusias. Wamenlu Roy Chun Lee (李淳) juga menerima wawancara khusus dari pihak penyelenggara konferensi “Behorden Spiegel”, di mana dirinya menjelaskan perilaku espansionis Negeri Panda di Laut Tiongkok Selatan dalam beberapa tahun terakhir ini, serta dampaknya terhadap keseimbangan kekuasaan di wilayah tersebut. Selain itu, dirinya juga membahas akan dampak pembentukan aliansi baru antara “RRT-Korut” terhadap kubu demokrasi.
MOFA menyampaikan bahwa pada konferensi kali ini, perwakilan dari Kementerian Pertahanan Nasional dan Kantor Keamanan Nasional Yuan Eksekutif Taiwan juga turut diundang untuk berpartisipasi dalam sesi diskusi kelompok, menjadikannya sebagai partisipasi terbesar Taiwan dalam Forum Keamanan Berlin sepanjang sejarah.