(Taiwan, ROC) --- Media "New York Times" mengadakan "DealBook Summit" pada hari ini, yang kemudian menayangkan hasil wawancara dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文).
Dalam wawancara tersebut, Kepala Negara menyatakan bahwa saat ini Tiongkok tengah menghadapi masalah internal (domestik), dan kemungkinan invasi terhadap Taiwan tidak terlalu mungkin terjadi.
Dalam wawancaranya, pendiri dan editor khusus "DealBook Summit" New York Times, Andrew Ross Sorkin, bertanya perihal bagaimana penilaian Presiden Tsai mengenai risiko invasi Tiongkok terhadap Taiwan, setelah pertemuan antara Presiden AS, Joe Biden, dengan Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, di Konferensi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Presiden Tsai menyampaikan bahwa Taiwan memang menghadapi peningkatan tindakan militer, intimidasi, konflik di zona abu-abu, serangan cyber, dan manipulasi informasi. Meski menghadapi ancaman tersebut, rakyat Taiwan tetap tenang. Bahkan beberapa pengamat geopolitik berkomentar bahwa "kami mungkin terlalu tenang."
Presiden Tsai melanjutkan dengan menyatakan bahwa rakyat Taiwan sangat menyadari situasi ini. Beliau mengatakan, "Kami terus berusaha semaksimal mungkin untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan ketahanan sosial kami. "
Presiden Tsai dalam wawancara bersama Andrew Ross Sorkin
Andrew Ross Sorkin kemudian bertanya, "Xi Jin-ping berulang kali menyatakan niatnya untuk mengunifikasi Taiwan, tetapi dia mengatakan ingin melakukannya dengan cara damai. Bagaimana pandangan Presiden Tsai terhadap hal ini?"
Presiden Tsai menyatakan bahwa ia percaya kepemimpinan Tiongkok saat ini sedang kewalahan dengan masalah internal, dan mungkin ini bukan saat yang tepat bagi Tiongkok untuk mempertimbangkan invasi besar-besaran terhadap Taiwan.
Andrew Ross Sorkin kembali bertanya, "Apakah ini karena Tiongkok saat ini sedang menghadapi masalah ekonomi domestik?
Presiden Tsai menjawab bahwa karena Tiongkok menghadapi masalah ekonomi, keuangan, dan politik internal, serta karena komunitas internasional telah menyatakan bahwa perang bukanlah pilihan. Perdamaian dan stabilitas lebih menguntungkan semua pihak.

Andrew Ross Sorkin juga bertanya, mengingat kepentingan global dari pembuatan chip Taiwan, dan upaya pemerintahan Biden untuk memindahkan sebagian produksi chip ke Amerika Serikat sebagai prioritas utama. Bagaimana pandangan Presiden Tsai terhadap dampak ini, dan terhadap hubungan jangka panjang AS-Taiwan, serta pentingnya hubungan strategis kedua belah pihak?
Presiden Tsai menyoroti bahwa langkah AS terkait kapasitas pembuatan chip Taiwan, tentunya menguntungkan Taiwan.
Kepala Negara juga memberikan pernyataanya perihal membangun ketahanan rantai pasokan. "Dalam beberapa hal, kami sedang membantu sekutu dan teman kami, sementara pada saat yang sama, kami juga dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di AS, terutama sumber daya manusia dan bakat profesional."