(Taiwan, ROC) Kantor Berita Korea Selatan Yonhap memberitakan situasi perkembangan terakhir dari 2 Korea, Korea Utara kemarin (22/11) menyampaikan, akan menangguhkan perjanjian 5 tahun, guna meredakan ketegangan militer dengan Korea Selatan, setelah Pyongyang melepas satelit mata-mata, kemudian memicu tanggapan langkah militer dari Korea Selatan
Berdasarkan pemberitaan, Kementerian Pertahanan Korea Utara mengatakan, Korea Utara akan menarik diri guna meredakan ketegangan militer, termasuk langkah-langkah militer yang diadopsi, dan pengerahan persiapan tempur untuk angkatan laut, darat dan udara di wilayah perbatasan. Namun
Kementerian Pertahanan Korea Utara mengemukakan, pihaknya tidak lagi dibatasi oleh perjanjian tahun 2018 ini.
Berdasarkan isi perjanjian urusan kemiliteran ini, kesepakatan dari kedua Korea tidak boleh melakukan aksi permusuhan di semua zona baik darat, udara maupun laut, serta menetapkan zona penyangga keamanan.
Sebelum penetapan ini disampaikan, lebih awal pada tanggal 22 November 2023, Korea Selatan juga menyampaikan, telah membatalkan perjanjian ini dan mengaktifkan kembali pengawasan sepanjang garis militer sebagai tanggapan atas peluncuran satelit mata-mata Pyongyang.
Di bawah kepemimpinan Korea Utara Kim Jong-un, Korea Utara telah meluncurkan satelit militer pengintai “Malligyong-1”. AS dan negara-negara sekutu mengecam tindakan tersebut secara terang-terangan melanggar ketentuan PBB.
Pemerintah Pyongyang mengatakan, satelit ini telah diluncurkan dan Kim Jong-un pun telah melihat gambar satelit pangkalan militer AS yang diambil dari zona angkasa Guam di Pasifik.
Militer Seoul mengatakan, satelit ini telah diorbitkan, saat ini masih terlalu dini untuk menganalisa apakah satelit akan beroperasi secara normal.