Buenos Aires (Rti/Antara) – Rakyat Argentina memilih libertarian radikal, Javier Milei sebagai presiden baru mereka pada Minggu (19/11) waktu setempat.
Kemenangan ini membuka peluang kepada sosok yang kerap dipandang orang luar berpandangan radikal itu untuk memperbaiki perekonomian yang terpukul oleh inflasi tiga digit, amukan resesi dan naiknya angkat kemiskinan.
Hasil resmi belum diumumkan, namun pesaingnya, Menteri Ekonomi Sergio Massa yang Peronis, mengakui kemenangan lawannya itu dalam pidatonya.
Pencalonannya dirusak oleh krisis ekonomi terburuk di negara itu dalam dua puluh tahun terakhir saat dirinya masih menjabat.
Milei menjanjikan terapi kejut ekonomi.
Rencana-rencananya termasuk menutup bank sentral, mengamputasi peso dan memangkas belanja negara, merupakan reformasi yang berpotensi menyakitkan yang disambut positif pemilih yang marah terhadap kelesuan ekonomi, tetapi memicu kekhawatiran bakal adanya pengetatan anggaran di sektor-sektor lain.
“Milei memang orang baru, dia agak tidak dikenal dan sedikit menakutkan, tapi ini saatnya membuka halaman baru,”” kata Cristian, pekerja restoran berusia 31 tahun saat menyalurkan hak suaranya pada Minggu.
Namun, tantangan Milei sangat besar. Dia harus berurusan dengan kas pemerintah dan bank sentral yang kosong, utang Dana Moneter Internasional (IMF) yang mencapai 44 miliar dolar AS, inflasi yang mendekati 150% dan serangkaian pengawasan modal yang memusingkan.
Mengingat banyak warga Argentina yang tidak sepenuhnya yakin kepada salah satu kandidat, sejumlah kalangan menganggap hasil pemilu tersebut sebagai pilihan yang “lebih baik”: ketakutan pada resep ekonomi Milei yang mungkin menyakitkan, versus kemarahan terhadap Massa dan partainya yang berhaluan Peronis atas krisis ekonomi yang telah membuat Argentina terlilit utang dan tidak mampu memanfaatkan pasar kredit global.
Milei sangat populer di kalangan anak muda, yang tumbuh sambil menyaksikan negaranya terguncang dari satu krisis ke krisis lain.
Kemenangan Milei mengguncang lanskap politik dan peta jalan ekonomi Argentina, serta dapat mempengaruhi perdagangan pangan, litium dan hidrokarbon.