(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Pemimpin Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jin-ping (習近平) mengadakan pertemuan selama 4 jam pada Rabu (15/11) yang lalu. Gedung Putih mengemukakan, AS akan terus menyediakan kemampuan pertahanan diri untuk Taiwan sesuai dengan “Undang-Undang Hubungan Taiwan”. Gedung Putih juga sekali lagi menegaskan jika kebijakan “Satu Tiongkok” tidak berubah, dan Negeri Paman Sam berusaha mencapai perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Biden dan Xi menggelar pertemuan selama 4 jam di San Fransisco, dan Joe Biden menyatakan bahwa pertemuan tersebut mencapai kemajuan nyata. AS dan RRT setuju untuk membuka kembali saluran komunikasi militer, bekerja sama dalam pengendalian Fentanil, serta membahas isu kecerdasan buatan (AI).
Taiwan adalah isu yang sangat diperhatikan oleh AS, RRT, dan komunitas internasional. Koordinator Komunikasi Strategis Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby kepada para media pada Kamis (16/11) mengemukakan, Biden secara tegas menyampaikan kepada Xi jika AS tidak mencari konflik, dan apa yang diinginkan oleh AS adalah perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Itu adalah apa yang kami inginkan, dan masih menjadi yang kami inginkan.” kata Kirby.
John Kirby mengutip isi pertemuan Biden-Xi dan menyatakan jika kebijakan “Satu Tiongkok” dari pihak AS tidak berubah. Namun, pihaknya akan terus menyediakan kemampuan pertahanan diri kepada Taiwan sesuai dengan “UU Hubungan Taiwan”. Dirinya juga sekali lagi menegaskan, mereka tidak ingin melihat adanya perubahan situasi di Selat Taiwan secara sepihak, serta tidak mendukung perubahan tersebut melalui kekerasan.