(Taiwan, ROC) Gedung putih kemarin (15/11) menyampaikan, setelah pembicaraan yang berlangsung berkisar 4 jam di Filoli Historic House and Garden, Presiden AS Joe Biden dan Pimpinan Negara RRT Xi Jin-ping mengakhiri pembahasan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan.
Joe Biden mengatakan, ia dan Xi Jin-ping mendiskusikan isu meredakan ketegangan antar kedua negara, alhasil mendapat “kemajuan nyata”.
Joe Biden dan Xi Jin-ping pada tanggal 14 November 2023 tiba di San Fransisco untuk menghadiri pertemuan KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), sebelum pertemuan tersebut, keduanya mengadakan pembicaraan bilateral perdana untuk tahun ini pada tanggal 15 November 2023.
Dalam pembahasan kedua pimpinan tersebut bermaksud meredakan perselisihan kedua negara adidaya terkait konflik militer, narkoba dan kecerdasan buatan(AI).
Xi Jin-ping memberitahu Joe Biden, sejak pertemuan mereka di Bali Indonesia setahun yang lalu, banyak hal yang terjadi, dunia telah keluar dari masa sulit pandemi COVID-19, akan tetapi dampak yang terjadi sangat besar. Ekonomi global dalam masa tahap pemulihan, akan tetapi pergerakannya sangat lamban.
Kepala Negara Tirai Bambu menyebut hubungan AS-RRT sebagai hubungan bilateral penting dunia, dan “ia dan Presiden AS Joe Biden adalah orang yang bertanggung jawab besar terhadap rakyat, dunia dan sejarah.”
Xi Jin-ping mengatakan, adalah hal yang tidak lazim jika kedua negara ini tidak membina hubungan, ingin mengubah orang lain adalah tidak realitis, tidak ada yang mampu menanggung akibat konflik.
Pakar menilai, pertemuan Xi Jin-ping dan Joe Biden berlangsung dengan lancar, menurut sumber yang mengkuatirkan dampak terhadap perekonomian dan menurunnya investor asing menjelaskan, Xi Jin-ping mampu mengatasi hubungan dari 2 komunitas ekonomi terbesar di dunia dengan baik.
Sementara permintaan Joe Biden adalah Xi Jin-ping menerapkan diplomasi langsung, menilik dari pimpinan satu decade lalu Mao Ze-dong dalam pembinaan hubungan, diharapkan dapat menyelamatkan hubungan bilateral yang saling bermusuhan.
Profesor Ilmu Politik dari National University of Singapore (NUS), Chong Ja Ian(莊嘉穎) mengatakan, hubungan AS-RRT saat ini tengah menerapkan pernyataan yang pernah disebutkan Mao Ze-dong “sambil membahas, saling melawan”, maka secara bersamaan menambah kekuatan.
Menurut spekulasi umum, dalam pertemuan Joe Biden akan memberikan tekanan kepada Xi Jin-ping, mengimbaunya menggunakan pengaruhnya untuk mendesak tindakan Iran, untuk tidak mendukung perang Israel-Hamas yang berkelanjutan.
Selain itu, diprakirakan Joe Biden juga akan mengangkat isu terkait tindakan RRT memengaruhi pemilu di negara lain dan HAM, seperti pemerintah AS beranggapan ada warga AS yang ditahan di RRT tanpa alasan yang jelas.