(Taiwan, ROC) --- Kandidat presiden dari Partai Demokratik Progresif (DPP), William Lai (賴清德), menghadiri sebuah forum lintas generasi pada Rabu hari ini (15/11). Beliau kemudian menyatakan dukungannya untuk pemulihan masa wajib militer menjadi satu tahun. Dia menegaskan tidak ada rencana untuk memperpanjangnya lebih jauh, dan berharap para pemuda yang menjalani wamil dapat memperoleh pengalaman berharga.
Selain itu, William Lai juga menyatakan dukungannya untuk pembentukan komite amandemen konstitusi di Yuan Legislatif, mendorong hak sipil bagi warga negara berusia 18 tahun, serta membangun dasar konstitusional untuk kestabilan dan keamanan jangka panjang di Taiwan.
Dalam upaya menarik suara pemilih dari kaum muda-mudi, William Lai menghadiri "Forum Pemuda Pemilihan Presiden 2024" yang diselenggarakan oleh media NOWnews pada Rabu hari ini (15/11). Tidak hanya berdialog langsung dengan para pemuda tentang kebijakan pemerintah, tetapi Beliau juga menjawab pertanyaan dari NGO dan hadirin dalam sesi wawancara.
William Lai kemudian menjelaskan visi politiknya kepada muda-mudi yang hadir, menekankan bahwa dia telah menggabungkan kekuatan dari berbagai lapisan masyarakat untuk mendorong Proyek Harapan Nasional, dengan tujuan menciptakan 'Taiwan yang damai dan demokratis', 'Taiwan yang inovatif dan makmur', serta 'Taiwan yang adil dan berkelanjutan'.
Dalam aspek 'Taiwan yang damai dan demokratis', Beliau akan mengusulkan rencana penerapan 'Empat Pilar Perdamaian' di atas empat prinsip utama yang pernah ditegaskan oleh Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), termasuk memperkuat kekuatan pertahanan dan keamanan nasional, baik melalui pengadaan militer maupun pertahanan mandiri.
Pada saat yang sama, William Lai juga menyatakan dukungannya untuk mengembalikan masa wajib militer menjadi satu tahun.
William Lai mengatakan, "Saya mendukung pemulihan wajib militer menjadi satu tahun dengan strategi peperangan asimetris, tetapi tidak ada rencana lebih lanjut untuk memperpanjangnya. Saya berharap semua pemuda kita yang menjalani wajib militer dapat memperoleh pengalaman berharga, baik dalam hal keahlian profesional, kondisi fisik, atau kontribusi terhadap negara, dan merasakan pencapaian tersendiri, berbeda dari metode tradisional sebelumnya."
William Lai juga menekankan bahwa Taiwan selalu berusaha mencapai demokrasi dan perdamaian, dengan harapan agar rakyat dapat menjadi pemilik semestinya, dan hak asasi manusia seluruh warga mendapat perlindungan.
Mengenai pertanyaan dari salah satu peserta yang menanyakan apakah William Lai bersedia memberikan laporan negara di Yuan Legislatif, jika dirinya terpilih sebagai presiden?
William Lai menyatakan bahwa menurut konstitusi, Yuan Legislatif dapat mengundang presiden untuk memberikan laporan kenegaraan. Inisiatif tersebut berasal dari Yuan Legislatif, bukan dari kantor kepresidenan. Bukan sesuatu yang bisa dilakukan presiden atas keinginan sendiri, dan juga bukan sesuatu yang harus dilakukan oleh Yuan Legislatif.
Jika dia menerima undangan, maka dia akan mengikuti konstitusi dan dengan senang hati memenuhi kewajibannya di Yuan Legislatif.