Sebuah kedai nasi kotak (bento) di Daliao, Kaohsiung mengadakan acara “makan sepuasnya seharga NT$ 60” pada tanggal 1 bulan ini. Acara selama 2 minggu ini menjadi sangat terkenal setelah beritanya tersebar. Di siang hari, terlihat antrian panjang di depan kedai.
Pemilik kedai menyampaikan, bahwa dirinya adalah orang Pingtung dan ia datang ke Daliao, Kaohsiung untuk berbisnis. Ia pun kemudian membangun usaha kedai bento di Daliao, Dafa, dan Zona Industri Linyuan. Satu lauk dan 3 sayur dijual dengan harga NT$ 75. Ia berharap agar para pekerja dapat kenyang dengan harga murah, sehingga setelah 1 tahun membuka kedai, pihaknya memutuskan untuk menyelenggarakan acara “makan sepuasnya seharga NT$ 60” selama perayaan ulang tahun. Selain menguntungkan bagi orang-orang Daliao, bahan-bahan makanan bento pun tidak terbuang percuma.
Awalnya acara ini hanya disebarkan di grup lokal, tapi ternyata berhasil menarik perhatian dan banyak orang yang berasal dari luar wilayah turut hadir. Namun, beberapa warganet merasa kebaikan pemilik menjadi sia-sia karena adanya kebiasaan buruk beberapa orang, seperti mengambil terlalu banyak, tapi tidak dihabiskan, sehingga makanan menjadi terbuang percuma. Pembuat acara mengakui bahwa memang ada sebagian kecil pelanggan yang melakukan hal itu, tapi ia memilih untuk tidak memperhatikannya.
Kegiatan makan sepuasnya ini awalnya akan dilaksanakan selama 2 minggu penuh, tapi karena berbagai pemikiran, ia pun menangguhkannya. Namun, ia menyampaikan, bahwa acara makan sepuasnya ini akan kembali hadir untuk mereka yang membutuhkannya.