(Taiwan, ROC) - Rencana pencabutan larangan perjalanan kelompok tur ke Daratan Tiongkok pada 1 Maret tahun depan yang diajukan oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Wang Kwo-tsai (王國材) baru-baru ini dikritik oleh partai oposisi sebagai janji politik hanya untuk memenangkan pemilu.
Perihal kritikan ini, Wang menanggapi di sela kehadirannya di Yuan Legislatif pada tanggal 6 bahwa Taiwan telah menunjukkan banyak niat baik kepada pihak Tiongkok, berharap untuk menjunjung tinggi prinsip kesetaraan dan timbal balik dalam membuka kembali kunjungan pariwisata bagi kedua belah pihak pada saat yang bersamaan.
Namun, lanjutnya, karena tidak ada tanggapan positif dari Daratan Tiongkok, kini pengumuman pelonggaran satu arah itu dilaksanakan atas pertimbangan mata pencaharian para pelaku usaha dan karyawannya.
Wang Kwo-tsai mengatakan, "Meskipun pernah mengajukan hal ini di masa lalu, kami melihat bahwa banyak karyawan agen tur yang membuka rute perjalanan kelompok tur ke Daratan Tiongkok sedang menghadapi kesulitan kehidupan. Dalam membahas kehidupan karyawan atas dasar kesetaraan dan timbal balik, kami akhirnya bersepakat bahwa mata pencaharian pelaku usaha dan karyawannya adalah hal paling penting yang harus dijaga, maka kami pun membuat pengumuman ini."
Mengenai apakah pencabutan larangan perjalanan kelompok tur akan dimajukan? Wang mengatakan, masih banyak hal yang harus dibicarakan, termasuk negosiasi dengan hotel koperasi dan badan-badan terkait di Daratan Tiongkok, yang semuanya membutuhkan waktu persiapan, maka rencananya MOTC akan mengumumkan rincian spesifik sebelum Hari Raya Imlek tahun depan dan mencabut larangan sekitar 1 Maret.