(Taiwan, ROC)-- Voice of Asia melaporkan, International Crisis Group mengumumkan “Preventing War in the Taiwan Strait” pada akhir pekan lalu, dalam laporan menyampaikan, seiring dengan semakin dekatnya pemilihan presiden dan wakil presiden Taiwan membuat ketegangan di Selat Taiwan semakin meningkat, persaingan Amerika dan Tiongkok mengakibatkan semakin meningkatkan risiko kemungkinan timbulnya bentrokan di kawasan.
Laporan mengimbau Amerika Serikat, Tiongkok dan Taiwan seharusnya kembali mengeluarkan jaminan untuk mengurangi ketegangan antar Selat Taiwan, dan mengemukakan mungkin pemilu presiden dan wakil presiden Taiwan bisa menjadi jendela untuk dialog antar Selat Taiwan
Laporan menegaskan, kekuatan Tongkok, meluasnya persaingan Amerika dan Tiongkok, dan keunikan dari posisi Taiwan menjadi ancaman bagi perdamaian selat Taiwan dan meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan. untuk mengendalikan risiko semakin memanas, laporan menyarankan seharusnya Amerika Serikat memberikan jaminan kepada Tiongkok, menyampaikan mengupayakan kemerdekaan bagi Taiwan. Bersamaan dengan itu Taiwan seharusnya meningkatkan kekuatan pertahanan nasionalnya agar dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam membendung konflik militer. Laporan juga mengimbau Tiongkok untuk mengurangi ancaman militer, ekonomi dan politik terhadap Taiwan dan menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya menjunjung kebijakan “Satu Tiongkok”.
Laporan mengemukakan, pilpres Taiwan yang akan berlangsung Januari 2024 mungkin dapat menjadi peluang jendela dialog antar selat, terlebih jika Partai Kuomintang berhasil menang, terdapat pemahaman harapan dapat membuat dialog lintas selat menjadi lebih lancar. Jika DPP menang lagi, mereka perlu menemukan pernyataan politik mengenai hubungan lintas selat yang dapat diterima oleh kedua partai dalam waktu beberapa bulan sejak hari pemilihan hingga hari pelantikan.

(foto: tpgimages)