(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (1/11), Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (NSC), Wellington Koo (顧立雄), menyatakan bahwa otoritas Partai Komunis Tiongkok memberi prioritas pada pembangunan ekonomi.
Oleh karena itu, mereka tidak dapat menarik investasi besar-besaran dari perusahaan asing dan Taiwan, yang akan menyebabkan krisis ekonomi yang serius. Ditambah dengan risiko utang daerah, tingkat pengangguran pemuda, dan pasar domestik yang lesu, membuat Tiongkok terpaksa harus mengontrol risiko eksternal, sementara untuk Taiwan, tidak terlihat adanya niat unifikasi militer untuk sementara ini.
Wellington Koo mengatakan, "Karena mereka (Partai Komunis Tiongkok) harus menyelesaikan masalah domestik, mereka perlu mengontrol risiko. Oleh karena itu, pihak Tiongkok mungkin ingin memastikan pertemuan Xi Jin-ping dan Joe Biden pada APEC dapat terwujud. Sehingga struktur kompetisi strategis antara AS dengan Tiongkok tidak akan berubah, kedua belah pihak tetap ingin mengontrol risiko tersebut. Karena mereka masih perlu fokus pada masalah domestik, dan terkait Taiwan, kami percaya bahwa dalam jangka pendek, kami tidak melihat adanya niat untuk mereunifikasi Taiwan dengan kekuatan militer."
Selain itu, anggota legislator dari Partai Kuomintang (KMT), Tseng Ming-chung (曾銘宗), juga bertanya tentang kemungkinan terjadinya perang di Selat Taiwan dalam dua tahun ke depan. Wellington Koo menjawab bahwa saat ini tidak mungkin untuk memprediksi jangka waktu yang begitu panjang, tetapi kita harus tetap waspada terhadap semua kemungkinan provokasi Tiongkok di bawah kendali Xi Jin-ping, termasuk ancaman di zona abu-abu, intimidasi militer, pemaksaan ekonomi, serangan siber, dan perang informasi.
Taiwan juga harus memperkuat pertahanan nasional dan melakukan persiapan perang, agar dapat mencegah terjadinya perang itu sendiri.