(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (1/11), Sekjen Dewan Keamanan Nasional (NSC), Wellington Koo (顧立雄), hadir dalam sidang interpelasi di Yuan Legislatif. Ia menyampaikan bahwa metode intervensi pemilu oleh Partai Komunis Tiongkok semakin beragam.
Baru-baru ini, Tiongkok diketahui mengambil materi lokal yang diproduksi oleh media Taiwan, terutama isu-isu terkait dengan kehidupan sehari-hari, dan mengubahnya menjadi video pendek untuk disebarluaskan. Tiongkok memanfaatkan informasi yang tidak lengkap dan asimetris untuk mengarahkan opini publik.
Karena masyarakat Taiwan sangat peduli dengan isu-isu kehidupan sehari-hari dan tidak menyadari bahwa ini adalah tindak tanduk Tiongkok, yang tentunya memiliki dampak yang cukup besar.
Komite Kehakiman dari Yuan Legislatif hari ini memeriksa anggaran yang terkait dengan Istana Kepresidenan dan NSC. Mengingat pemilihan presiden 2024 yang semakin dekat, membuat banyak anggota legislator yang kemudian mulai prihatin tentang masalah intervensi pemilu oleh Partai Komunis Tiongkok.
Wellington Koo menjelaskan bahwa metode intervensi pemilu oleh Partai Komunis Tiongkok semakin hari semakin beragam. Di masa lalu, model yang lebih umum terlihat adalah inisiatif dari media pemerintah Tiongkok yang berkolaborasi dengan pelaku lokal.
Namun, baru-baru ini ditemukan bahwa Tiongkok mengambil program yang diproduksi oleh media Taiwan, terutama untuk isu-isu yang terkait dengan kehidupan sehari-hari, lalu mengeditnya menjadi video pendek untuk disebarkan melalui platform seperti TikTok, XiaoHongShu, YouTube, dan lainnya.
Seluruh proses produksi hingga distribusi video pendek ini dilakukan oleh pihak Tiongkok, yang kemudian menggunakan akun-akun kolaboratif di platform media sosial untuk mengarahkan narasi dan opini publik.
Wellington Koo menunjukkan bahwa isu-isu yang diinisiasi oleh media pemerintah Tiongkok di masa lalu tidak dapat membangkitkan suara kesepakatan di kalangan masyarakat Taiwan, sedangkan isu-isu kehidupan sehari-hari ini dapat menarik perhatian.
Di masa lalu, transmisi informasi, termasuk media berita akan memperhatikan keseimbangan laporan dan kelengkapan informasi. Namun, memasuki era internet, banyak orang tidak memiliki kesabaran untuk menerima informasi yang lengkap dan lebih memilih untuk menonton video pendek, yang pada akhirnya mempengaruhi persepsi mereka.
Wellington Koo mengatakan, “Banyak isu pemerintahan atau isu terkait kehidupan sehari-hari memiliki tingkat kompleksitas, mereka mengeditnya menjadi konten yang ingin mereka tampilkan. Dan mereka sebarkan melalui video pendek ini, dan karena anak muda sekarang suka menonton video pendek, informasi yang tidak lengkap dan asimetris ini pasti akan mempengaruhi persepsi masyarakat.”
Wellington Koo menuturkan bahwa seiring dengan memasuki puncak periode pemilu, masa intervensi yang dilancarkan juga akan semakin intens. Metode intervensi pemilu seperti demikian, memiliki dampak yang sangat besar, karena masyarakat tidak mengetahui bahwa ini adalah tindakan dari Tiongkok.
Selain itu, asosiasi “Taiwanese Enterprises Association” menggerakkan 10 perusahaan penerbangan untuk menyediakan tiket pesawat dengan harga spesial, guna mendorong para pengusaha Taiwan untuk pulang dan memberikan suaranya. Apakah ini upaya untuk intervensi pemilu?
Menanggapi pertanyaan di atas, Wellington Koo menuturkan bahwa di masa lalu memang pernah ada ungkapan yang menyebutkan "menggunakan bisnis untuk memaksa pemerintah". Jika mereka menyediakan tiket pesawat dengan harga spesial dengan syarat harus mendukung kandidat tertentu, tentu saja itu adalah bentuk intervensi pemilu.
Mengenai Foxconn yang diperiksa pajaknya oleh otoritas Tiongkok, hal ini diinterpretasikan sebagai tanda bahwa otoritas Partai Komunis Tiongkok tidak ingin pendiri Grup Hon Hai, Terry Gou, maju dalam pemilihan.
Wellington Koo berpendapat bahwa Terry Gou seharusnya sudah memahami situasinya dengan baik dan tahu apakah ini merupakan upaya untuk memaksanya mundur dari pemilihan. Dia juga menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok melalui intervensi politiknya menciptakan efek menakutkan bagi para pengusaha Taiwan, dan ini adalah metode intervensi pemilu yang sering digunakan oleh mereka.