(Taiwan, ROC) --- Kapal induk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, kapal induk jenis 001A, kembali melintasi Selat Taiwan dan memasuki perairan Pasifik Barat.
Menanggapi kabar di atas, saat ditemui hari ini (27/10), Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁), menyatakan, berdasarkan hasil survei terbaru dari Komite Urusan Daratan Tiongkok (MAC) memperlihatkan bahwa opini publik utama di Taiwan adalah mendukung perdamaian lintas-selat.
Dia berharap Tiongkok dapat memahami aspirasi rakyat Taiwan dan berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian lintas-selat.
Kementerian Pertahanan Nasional (MND) mengumumkan bahwa kelompok kapal induk jenis 001A milik Tiongkok telah melintasi Selat Taiwan dan memasuki perairan Pasifik Barat. Terakhir kali, kapal induk tersebut terlihat melintasi Selat Taiwan adalah pada tanggal 11 September 2023, yang di kala tersebut berlayar ke timur dari Eluanbi di Pingtung dan memasuki Pasifik Barat untuk latihan pelayaran.
Kemudian, pada tanggal 15 September 2023, kapal tersebut kembali melintasi Selat Taiwan, berlayar menuju ke Laut Tiongkok Selatan.
Menanggapi hal ini, PM Chen menyampaikan bahwa komunitas internasional sangat mementingkan perdamaian serta kebebasan navigasi di Selat Taiwan, dan tindakan Tiongkok tentunya tidak akan diterima oleh komunitas internasional.
Beliau berharap pihak Tiongkok dapat menghentikan tindakan seperti ini. PM Chen juga menekankan bahwa, berdasarkan survei terbaru dari MAC, memperlihatkan jika mayoritas masyarakat Taiwan berharap untuk perdamaian lintas-selat.
Ia berharap pihak Tiongkok dapat memahami dan menghormati keinginan rakyat Taiwan.
PM Chien-jen mengatakan, “Berdasarkan survei terbaru dari MAC, itu sekali lagi memperlihatkan bahwa opini utama dari publik di Taiwan mendukung pemerintah untuk terus mempertahankan stabilitas dan perdamaian di Selat Taiwan, serta mempromosikan hubungan damai lintas-selat. Perdamaian adalah kesepahaman bersama kita semua, dan saya berharap Tiongkok dapat memahami aspirasi rakyat Taiwan, menghormati opini utama dari publik Taiwan, dan berharap bahwa kedua selat dapat menjaga stabilitas dan perdamaian, serta bersama-sama tumbuh berkembang dengan damai. Terima kasih.”
Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok (KTKRN) telah mengesahkan Undang-Undang Pendidikan Patriotisme, yang akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2024. Isi dari undang-undang ini mengintegrasikan pendidikan patriotisme ke dalam sistem pendidikan nasional, kegiatan seni-budaya, karya penerbitan, dan pariwisata.
Undang-undang ini juga menyebutkan tentang pendidikan patriotisme untuk kelompok-kelompok tertentu seperti Hong Kong, Makau, dan Taiwan.
Menanggapi penerapan Undang-Undang Pendidikan Patriotisme Tiongkok yang mencakup Taiwan, PM Chen Chien-jen menyampaikan, Taiwan adalah negara yang bebas, demokratis, dan menjunjung tinggi supremasi hukum.
Agar rakyat mencintai negaranya, maka sebuah negara membutuhkan kebijakan pemerintah yang dapat dirasakan oleh rakyat dan memperoleh kepercayaan mereka.
PM Chen menambahkan, dengan mencoba menerapkan patriotisme melalui legislasi adalah upaya yang sia-sia.
Mengenai lokasi penempatan pabrik untuk pemrosesan chip mutakhir dari perusahaan TSMC yang menarik perhatian publik, PM Chen menambahkan bahwa pihaknya menghormati keputusan TSMC.
Begitu keputusan telah diambil, dia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bekerja sama dengan TSMC untuk memenuhi kebutuhan air dan listrik dari perusahaan terkait. Dengan demikian, pabrik TSMC dapat beroperasi dengan lancar.