(Taiwan, ROC) --- Mengenai pernyataan terkini dari Direktur American Institute in Taiwan (AIT), Laura Rosenberger perihal hubungan lintas selat, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) hari ini (27/10) menyampaikan bahwa pihak Amerika Serikat tidak mendukung kemerdekaan Taiwan, tetapi pada saat yang sama juga menegaskan komitmen kuat mereka terhadap Taiwan.
PM Chen menambahkan, Taiwan tentu sangat percaya pada komitmen perlindungan keamanan AS terhadap Taiwan.
Ketika berkunjung ke Taiwan pada beberapa waktu lalu, Laura Rosenberger menyatakan bahwa Amerika menentang perubahan status quo secara sepihak, termasuk tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
Saat anggota legislator dari Partai Kuomintang, Lee De-wei (李德維), menanyakan hal tersebut, dia menginterpretasikan pernyataan "tidak mendukung kemerdekaan Taiwan" sebagai "anti-kemerdekaan Taiwan."
Menanggapi hal itu, PM Chen segera merespons dengan menjawab, "Itu interpretasi Anda."
PM Chen melanjutkan bahwa Laura Rosenberger juga menekankan komitmen kuat AS terhadap Taiwan, dan mengharapkan status quo lintas selat dapat dipertahankan bersama oleh kedua belah pihak. Itulah premis di mana Rosenberger menyatakan bahwa Amerika tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.
PM Chen mengatakan, "Kami sangat percaya pada komitmen keamanan AS terhadap Taiwan. Hubungan Taiwan-Amerika saat ini berada dalam kondisi terbaik, dan mereka juga memberikan banyak dukungan terhadap penguatan pertahanan nasional kita."
PM Chen menegaskan kembali bahwa Taiwan tidak akan melakukan hal apa pun yang mungkin membahayakan status quo di lintas selat. Taiwan akan tetap berdiri di garis terdepan kebebasan dan demokrasi, serta akan terus berjuang untuk menjaga kestabilan dan perdamaian di Selat Taiwan bersama negara-negara yang memiliki ideologi serupa.
Di sisi lain, mengenai isu kebocoran data kapal selam buatan dalam negeri, PM Chen Chien-jen menyatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam penyelidikan, dan seluruh pihak seharusnya mempercayai sistem peradilan yang ada.
Beliau percaya bahwa semua partai politik, baik partai penguasa maupun partai oposisi, memberikan perhatian besar pada keamanan nasional dan perlindungan informasi rahasia, serta infrastruktur utama. Dirinya juga yakin bahwa semua pihak berusaha keras dalam menuntaskan permasalahan ini.