History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Terseret Skandal Perselingkuhan, Chao Tien-lin Mundur dari Bursa Pemilihan Anggota Legislator

  • 25 October, 2023
  • 尤繼富
Terseret Skandal Perselingkuhan, Chao Tien-lin Mundur dari Bursa Pemilihan Anggota Legislator
Terseret Skandal Perselingkuhan, Chao Tien-lin Mundur dari Bursa Pemilihan Anggota Legislator

(Taiwan, ROC) --- Anggota legislator dari Partai Demokratik Progresif (DPP), Chao Tien-lin (趙天麟), yang tengah dilanda skandal perselingkuhan, mengumumkan pada Selasa malam (24/10), bahwa ia akan mengundurkan diri dari bursa pemilu 2024 mendatang.

Pada Rabu pagi (25/10), anggota Partai Kuomintang Fraksi Partai Nasionalis (KMT) mengadakan konferensi pers, menuding Chao Tien-lin mungkin telah membocorkan informasi diplomatik kepada pihak Tiongkok dalam sepuluh tahun terakhir.

Mereka menuntut Chao Tien-lin untuk menjelaskan bagaimana ia mengenal wanita berkewarganegaraan Tiongkok tersebut, dan menganggap keputusan Chao Tien-lin untuk mundur adalah upaya untuk melindungi William Lai (賴清德), yang notabene adalah kandidat presiden dari partai DPP.

Ketika ditanya perihal berita skandal Chao Tien-lin, apakah itu upaya untuk mengalihkan perhatian dari kasus pembocoran informasi oleh Ma Wen-chun (馬文君), dan ada campur tangan Tiongkok dalam pemilu Taiwan?

Anggota legislator dari partai DPP, Chuang Jui-hsiung (莊瑞雄), menyatakan bahwa Tiongkok memiliki berbagai cara untuk campur tangan dalam setiap pemilu Taiwan.

Berita perselingkuhan antara Chao Tien-lin dengan seorang wanita berkewarganegaraan Tiongkok telah menghebohkan opini publik. Pada Selasa malam (24/10), Chao Tien-lin mengumumkan keputusannya untuk tidak mencalonkan diri kembali dalam pemilihan anggota legislator kali ini.

Menanggapi hal tersebut, partai oposisi, KMT, mengadakan konferensi pers pada Rabu hari ini (25/10). Anggota dewan kota Taipei dari partai KMT, Chang Szu-kang (張斯綱), menyatakan bahwa meskipun Chao Tien-lin telah mengundurkan diri, tetapi ia belum menjelaskan apakah hubungannya dengan wanita dari Tiongkok dalam sepuluh tahun terakhir tersebut telah melibatkan pembocoran informasi pertahanan dan diplomatik Taiwan.

Menggunakan wanita cantik sebagai mata-mata bukan hanya skenario dalam film, tetapi juga sering terjadi dalam kehidupan nyata. Ini merupakan masalah keamanan nasional yang serius.

Anggota legislator dari partai KMT lainnya, Lee De-wei (李德維), menyerukan agar Biro Keamanan Nasional (NSB) bergabung dalam komite investigasi terkait. Ia meragukan apakah keputusan Chao Tien-lin untuk mundur benar-benar atas kemauannya sendiri, atau apakah ini adalah tuntutan dari kandidat presiden DPP, William Lai.

Lee De-wei mengatakan, "William Lai sudah seharusnya mengatur Partai DPP dengan baik. Kami tidak ingin pertarungan politik ini, atau bahkan pertempuran pendahuluan untuk posisi wali kota Kaohsiung dari DPP, dimulai lebih awal dan mempengaruhi masalah terkait. William Lai sangat mahir dalam menyelamatkan diri ketika berada dalam bahaya."

Ketika ditanya apakah skandal yang melibatkan Chao Tien-lin merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus pembocoran informasi oleh Ma Wen-chun, atau apakah ini merupakan intervensi dari Tiongkok dalam pemilu di Taiwan?

Menjawab pertanyaan di atas, anggota legislator dari Partai DPP, Chuang Jui-hsiung, menyatakan, "Daripada menganggapnya sebagai sebuah kebetulan, lebih tepatnya setiap kali Taiwan mengadakan pemilu, Tiongkok selalu memiliki beragam cara untuk ikut campur. Beberapa waktu lalu, kita melihat bagaimana Tiongkok mengaudit perusahaan Hon Hai (Foxconn) terkait pajak dan penggunaan tanah. Baru-baru ini, Tiongkok kembali mengeluarkan kebijakan mendukung Taiwan dengan menawarkan tiket pesawat dengan harga diskon. Oleh karena itu, menghadapi pemilu tahun mendatang, masyarakat Taiwan harus lebih waspada."

Chuang Jui-hsiung juga menambahkan bahwa saat ini banyak video singkat yang beredar, di antaranya berasal dari rekaman program politik dari Partai KMT, yang kemudian ditayangkan di Phoenix Satellite Television.

Video-video tersebut kemudian diolah dan disebarluaskan secara luas di Taiwan melalui platform seperti TikTok, Facebook, dan Line, dengan tujuan untuk mempengaruhi hasil pemilihan.

Chuang Jui-hsiung berharap agar masyarakat Taiwan dapat melihat situasi ini dengan jelas. Tidak ada satu negara pun yang begitu dermawan, menawarkan tiket murah sambil memberikan pelayanan khusus tanpa ada motif tertentu di baliknya.

Komentar

Terbarumore