(Taiwan, ROC) --- Pertempuran teknologi antara AS dengan Tiongkok terus meningkat. Pada tanggal 17 Oktober 2023, pihak AS mengumumkan bahwa mereka memperluas pembatasan ekspor chip kecerdasan buatan (AI) paling canggih ke Tiongkok, termasuk chip versi turunan seperti NVIDIA A800 dan H800.
Hal ini dilakukan guna membatasi kemampuan Tiongkok untuk mendapatkan keunggulan dan menjadi pemimpin dalam ekonomi teknologi.
Dengan AS memperluas larangan ekspor semikonduktor ke Tiongkok, membuat banyak pihak yang mencemaskan perihal dampak yang akan berpengaruh pada pabrikan di Taiwan.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) menyampaikan bahwa langkah AS kali ini adalah untuk memperkuat pembatasan yang telah diberlakukan pada Oktober tahun lalu.
Semikonduktor Taiwan mayoritas adalah pabrikan kontrak untuk perusahaan desain IC dari luar negeri. Setelah chip diproduksi, pihak pembeli kemudian memutuskan kepada siapa mereka akan menjualnya, dan pabrik di Taiwan pasti akan mematuhi peraturan yang relevan dan mengikuti instruksi dari para klien mereka.
Menteri Wang Mei-hua mengatakan, meskipun AS telah memperluas larangan ini hingga mencakup produk chip versi sebelumnya, tetapi pengaruh yang ditimbulkan tidak akan berdampak langsung pada pabrik Taiwan.
Menteri Wang Mei-hua mengatakan, "Saat ini ada kekurangan pasokan chip AI di seluruh dunia. Kondisi saat ini adalah permintaan yang melampaui pasokan. Jadi, kami akan mendiskusikan rincian lebih lanjut dengan para produsen. Dampak utama adalah pada perusahaan seperti NVIDIA atau AMD. Taiwan memproduksi produk untuk mereka. Bukan hanya untuk A800 atau H800, tetapi juga untuk A100 dan H100, jumlah permintaan telah melampaui pasokan yang ada."
Mengenai laporan media asing pada beberapa waktu lalu yang menyampaikan bahwa ada empat perusahaan Taiwan membantu perusahaan asal Tiongkok, Huawei untuk mendirikan pabrik, Kementerian Ekonomi telah meminta perusahaan tersebut untuk memberikan penjelasan.
Menteri Ekonomi tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta perusahaan bersangkutan untuk memberikan keterangan dalam batas waktu yang telah ditentukan, dan beberapa perusahaan belum memberikan respons mereka.