(Taiwan, ROC) – Yayasan Demokrasi Taiwan menggelar “Lokakarya Melawan Manipulasi Informasi di Wilayah Indo-Pasifik” pada tanggal 17 Oktober untuk berbagi pengalaman terkait dengan dampak informasi palsu maupun manipulasi informasi. Acara ini diharapkan dapat membandingkan dan mendiskusikan jenis-jenis informasi palsu yang berbeda dan mengembangkan strategi untuk melawan ancaman tersebut bersama-sama. Direktur Institut Amerika di Taiwan (AIT), Sandra Oudrick turut hadir untuk memberikan pidato. Selain menegaskan kebebasan demokrasi dan teladan Taiwan, ia juga secara khusus menjelaskan masalah disinformasi yang mengintervensi pemilu. Ia berharap agar mitra demokrasi yang memiliki pemahaman serupa akan terus berkomunikasi dan berbagi pengalaman yang relevan, bekerja sama untuk menanggulangi dampak buruk informasi palsu terhadap demokrasi.
Dalam pidato pembukaan, Direktur AIT, Sandra Oudrick menyampaikan bahwa AS terus mengapresiasi semangat demokrasi Taiwan, yang menghargai kebebasan, berkomitmen terhadap supremasi hukum, termasuk ketahanan dan pengembangan sosial masyarakat Taiwan. Ketika demokrasi sedang mengalami kemunduran dan hak asasi manusia dilanggar di Indo-Pasifik, Taiwan memberikan contoh yang sangat berharga mengenai tantangan bersama ini.
Sandra Oudrick menekankan, dalam era di mana internet dan kecerdasan buatan (AI) menjadi lebih umum, masyarakat demokratis yang terbuka seperti AS dan Taiwan berada di garis depan dalam menyebarkan informasi palsu. Kekuatan asing menggunakan teknologi dan media sosial untuk memecah belah masyarakat, mengintervensi pemilu, dan melemahkan kepercayaan semua orang terhadap demokrasi. Ia mengatakan, “Amerika Serikat, Taiwan, dan beberapa negara lain telah memiliki pengalaman informasi palsu yang melukai pemilu dan melemahkan kepercayaan orang terhadap proses demokrasi. Ketika masyarakat umum tidak percaya pemilu yang bebas dan adil, kesehatan demokrasi pun terancam, sehingga forum seperti ini sangatlah penting, sehingga kita dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik dengan perwakilan pemerintah, masyarakat sipil, serta akademisi yang memiliki ide-ide serupa dari seluruh dunia.”
Ketua Yayasan Demokrasi Taiwan sekaligus Ketua Legislatif You Si-kun (游錫堃) menyampaikan, bahwa manipulasi informasi telah menjadi isu harian yang harus dihadapi oleh negara-negara demokratis. Oleh karena itu, banyak yang menyadari pentingnya kerja sama, saling berkomunikasi, dan bergabung dalam diskusi strategis untuk melawan informasi palsu. Sebagai mitra penting dalam kubu demokrasi internasional, Taiwan berdiri di garis depan untuk melawan negara-negara otorianisme di wilayah Indo-Pasifik. Taiwan merasa bahwa dukungan dari mitra-mitra demokrasi dan melihat tekad negara-negara demokratis untuk bersatu.