Yuan Eksekutif pada 12 Oktober menyetujui "Program Penyediaan Sumber Layanan Perawatan untuk Penyandang Disabilitas Fisik dan Mental" yang diajukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW). Program ini rencananya akan mengalokasikan lebih dari NT$48 miliar (Rp23,46 triliun) dalam jangka waktu 5 tahun mulai dari 2024 hingga 2028. Tujuannya adalah untuk meningkatkan layanan perawatan komunitas dan akomodasi bagi penyandang disabilitas, meningkatkan gaji guru di layanan penitipan menjadi NT$37.700, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan dengan harapan dapat mengurangi beban keluarga yang merawat penyandang disabilitas fisik dan mental.
Saat ini, ada sekitar 1,2 juta penyandang disabilitas fisik dan mental di seluruh Taiwan. MOHW telah meninjau empat masalah kritis dalam layanan perawatan untuk disabilitas, termasuk beban keluarga yang merawat, kesenjangan dalam layanan, kurangnya sumber daya dalam layanan komunitas dan lembaga, serta kesulitan dalam merekrut dan mempertahankan staf layanan perawatan.
Berdasarkan laporan MOHW, "Program Penyediaan Sumber Layanan Perawatan untuk Penyandang Disabilitas Fisik dan Mental" akan mengalokasikan lebih dari NT$48 miliar dalam jangka waktu 5 tahun. Rencana ini mencakup pengembangan layanan dukungan untuk keluarga yang merawat penyandang disabilitas, penambahan 1.355 pekerja sosial, dan penambahan 14.572 tempat tinggal komunitas dan layanan perawatan harian. Selain itu, gaji guru di layanan penitipan akan naik menjadi NT$37.700, dan gaji pekerja layanan harian akan naik menjadi NT$33.700.
Dalam sebuah konferensi pers setelah Rapat Kabinet, Wakil Menteri MOHW Lee, Li-Feng (李麗芬) mengungkapkan, fokus utama dari "Program Penyediaan Sumber Layanan Perawatan untuk Penyandang Disabilitas Fisik dan Mental" adalah untuk memperkuat dan memperluas sumber daya layanan, termasuk layanan berbasis komunitas dan lembaga, serta dukungan bagi perawat keluarga. Dalam 5 tahun ke depan, program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas dan keluarganya. Selain itu, program ini juga merencanakan pembentukan pusat layanan disabilitas di setiap kabupaten dan kota. Pusat layanan ini akan dikelola oleh pekerja sosial yang akan melakukan penilaian kebutuhan dan secara aktif menghubungi setiap keluarga yang membutuhkan.