(Taiwan, ROC) – Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) untuk Urusan Keamanan Indo-Pasifik Ely Ratner pada Kamis (5/10) mengemukakan, konflik dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) bukanlah hal yang mendesak dan tidak bisa dihindari. Namun, jika RRT memblokade Taiwan, maka perekonomian global akan mengalami kemerosotan yang sangat parah dan komunitas internasional akan bersatu guna menentang tindakan Negeri Tirai Bambu tersebut. Biaya dan risiko dari tindakan blokade terhadap Taiwan akan sangat tinggi.
Ely Ratner dilaporkan menghadiri sebuah seminar yang digelar di Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington, D.C., yang membahas Negeri Panda. Ketika ditanya apakah Beijing berkemungkinanan untuk menginvasi Taiwan serta kapan akan melaksanakan aksinya, Ely Ratner kembali menegaskan posisi AS dan menyampaikan, konflik ini bukanlah hal yang mendesak dan tidak dapat dihindari dan AS sedang berusaha keras untuk memastikan kekuatan penghalang yang nyata dan kuat.
Apabila Daratan Tiongkok memutuskan untuk memblokade Taiwan, Ely Ratner menuturkan bahwa sejak RRT mulai melakukan blokade terhadap Taiwan, maka perekonomian global akan mengalami kemerosotan yang sangat parah. Tidak ada siapapun yang dapat terhindar dari dampak ekonomi yang akan ditimbulkan oleh tindakan pemerintah Beijing ini, dan dampak blokade tersebut akan lebih besar ketimbang dampak COVID-19 terhadap dunia.
Ely Ratner juga menyampaikan, lantaran tindakan blokade terhadap Taiwan akan berdampak pada perekonomian global, maka komunitas internasional akan bersatu guna menentang tindakan tersebut dan Beijing mungkin akan berusaha untuk menghindari adanya pembentukan aliansi diplomatis yang dapat mengimbangi kekuatannya.
Selain itu, melakukan blokade terhadap Taiwan bukanlah hal yang mudah.
Taiwan memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dengan masyarakat internasional dan mendapatkan berbagai barang industri, bahan mentah, makanan, dan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Jika Beijing memutuskan untuk menyerang kapal-kapal komersial guna mempertahankan blokade, maka situasi akan menjadi semakin tegang, serta biaya dari tindakan semacam itu akan sangat tinggi dan risikonya juga akan “sangat, sangat tinggi”.