(Taiwan, ROC) --- Dampak taifun Koinu mulai terasa di mayoritas wilayah di Taiwan, dengan hujan lebat dan angin kencang yang melanda banyak kawasan. Beberapa pemerintah daerah juga telah mengumumkan libur kerja dan sekolah untuk Kamis hari ini (5/10).
Dari seluruh wilayah kota dan kabupaten di Taiwan, hanya Kota Taipei, New Taipei, Keelung dan Taoyuan yang tetap menjalankan aktivitas kerja/sekolah.
Keputusan dari 4 otoritas daerah tersebut kemudian mendatangkan komentar dari para netizen, mereka mengungkapkan, "Meski cuacanya buruk, kami tetap tidak diberi libur."
Namun, apakah keputusan para pemimpin keempat kota ini salah?
Ketika membandingkan data yang disediakan oleh Ditjen Klimatologi Sentral (CWA), secara teori menyampaikan bahwa Kota Taipei, New Taipei, Keelung, dan Taoyuan memang belum mencapai standar untuk libur.

Menurut "Prosedur Operasional Penangguhan Aktivitas Bekerja dan Sekolah Diakibatkan Musibah", maka kawasan area yang mungkin akan dilalui oleh radius taifun dalam 4 jam ke depan, jika kecepatan rata-rata angin mencapai atau melebihi level 7, atau intensitas angin terkencang mencapai atau melebihi level 10, maka otoritas daerah tersebut boleh mengumumkan libur bekerja dan sekolah.
Selain kekuatan angin, jika perkiraan akumulasi hujan di suatu daerah dalam 24 jam mendatang mencapai 200 mm (daerah pegunungan) dan 350 mm (kawasan dataran), maka otoritas daerah tersebut juga boleh mengumumkan libur bekerja dan sekolah.
Berdasarkan data prakiraan yang diberikan oleh CWA memperlihatkan bahwa pada sepanjang Kamis hari ini, kecepatan rata-rata angin di wilayah Taipei, New Taipei, Keelung, dan Taoyuan hanya berkisar level 4 hingga 6, dengan angin terkencang berkisar antara level 6 hingga 9, semua tidak mencapai standar untuk diliburkan.
Untuk curah hujan, daerah dataran di Taipei dan New Taipei diperkirakan akan berkisar antara 80 hingga 150 mm dalam kurun 24 jam, sementara untuk Kota Taoyuan berkisar kurang dari 80 mm, semuanya juga tidak mencapai standar untuk diliburkan.