History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

UU Antispionisme Versi Baru Tiongkok Diberlakukan, 9 Warga Taiwan Diciduk di Imigrasi

  • 04 October, 2023
  • 尤繼富
UU Antispionisme Versi Baru Tiongkok Diberlakukan, 9 Warga Taiwan Diciduk di Imigrasi
UU Antispionisme Versi Baru Tiongkok Diberlakukan, 9 Warga Taiwan Diciduk di Imigrasi

(Taiwan, ROC) -- Kepala Badan Keamanan Nasional Tsai Ming-yen hari ini (4/10) mengemukakan, sejak Tiongkok memberlakukan “Undang-Undang Antispionase” yang baru, warga Taiwan yang ditahan di Imigrasi Tiongkok untuk pemeriksaan dari yang paruh pertama tahun ini berjumlah 4 orang, hingga akhir paruh tahun kedua hingga sekarang ini sudah bertambah menjadi 9 kasus, kebanyakan diantaranya adalah organisasi masyarakat termasuk ilmuwan, Tsai Ming-yen mengingatkan kepada warga Taiwan yang ingin ke Tiongkok untuk lebih berhati-hati agar terhindar dari tuduhan yang tidak berdasar.

Kepala Badan Keamanan Nasional Tsai Ming-yen mengajukan “Laporan pelaksanaan tugas intelijen nasional dan Badan Keamanan Nasional” ke Komite Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Keamanan di Yuan Legislatif pada hari ini.

Mengenai “UU Antisipionase” versi baru Tiongkok yang telah diberlakukan sejak 1 Juli, Legislator dari Partai Progresif Demokrat (DPP) Luo Chih-cheng (羅致政) saat menginterpelasi Tsai Ming-yen, sejak 1 Juli hingga sekarang, apakah warga Taiwan yang mendapat pelecehan atau terciduk karena hal ini.

Tsai Ming-yen mengemukakan, sebelum Juli tahun ini ada 4 orang ditahan untuk pemeriksaan saat masuk ke Tiongkok, sejak diberlakukan UU Antispionisme yang baru jumlahnya bertambah hingga menjadi 9 kasus, pemeriksaan juga dilakukan untuk telepon genggam, laptop, bahkan juga karena tindak tanduk dan status perorangan.

Tsai Ming-yen mengatakan, “Dari angka tadi memperlihatkan, jumlah warga Taiwan yang mendapat pemeriksaan saat memasuki Tiongkok setelah 1 Juli terus bertambah, dari paruh tahun pertama berjumlah 4 kasus bertambah hingga sekarang ini sudah 9 kasus, lagi pula dalam proses pemeriksaan juga akan mendalami apakah orang tersebut pernah menyampaikan pendapat tentang politik atau dalam telepon genggam terdapat kritikan mengenai keamanan nasional Tiongkok.”

Tsai Ming-yen menyampaikan, dari 9 kasus ini, perbandingan untuk ormas paling banyak, juga termasuk ilmuwan, selain itu juga ada pasangan asing asal Tiongkok yang juga mengalami situasi yang sama, meskipun akhirnya semua sudah kembali ke Taiwan.

Yang paling lama waktu penahanan sekitar 20 hari, kasus ini bukan penahanan dalam pemeriksaan di imigrasi melainkan diinterogasi oleh pihak keamanan Tiongkok di hotel. Sedangkan untuk warga Taiwan yang ditahan karena tindakan kejahatan ada 13 kasus.

Komentar

Terbarumore