History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jelang Pemilu 2024, Asosiasi Serikat Pekerja Suarakan 7 Tuntutan Kepada Pada Kandidat

  • 04 October, 2023
  • 尤繼富
Jelang Pemilu 2024, Asosiasi Serikat Pekerja Suarakan 7 Tuntutan Kepada Pada Kandidat
Jelang Pemilu 2024, Asosiasi Serikat Pekerja Suarakan 7 Tuntutan Kepada Pada Kandidat

(Taiwan, ROC) --- Asosiasi Serikat Pekerja Kelompok mengadakan unjuk rasa di Ketagalan Boulevard pada Rabu hari ini (4/10). Pihak asosiasi menekankan, pemilu 2024 akan berlangsung tidak lama lagi, tetapi empat calon yang ada saat ini belum menawarkan kebijakan lengkap mengenai masalah utama yang mempengaruhi keselamatan masyarakat, seperti gaji rendah, lembur berlebihan, kurang-nya jaminan pensiun, keamanan pemadam kebakaran nasional, dan kecelakaan kerja.

Asosiasi mendesak semua kandidat untuk merespons dengan serius dan tidak mengabaikan masalah yang ada.

Sekitar 50 anggota dari berbagai Asosiasi Serikat Pekerja berkumpul di Ketagalan Boulevard untuk menyatakan keprihatinan mereka.

Mereka menyatakan bahwa pelaksanaan pemilu 2024 semakin dekat, tetapi empat kandidat potensial, termasuk William Lai (賴清德), Hou You-yi (侯友宜), Ko Wen-je (柯文哲), dan Terry Gou (郭台銘), belum mampu menawarkan visi pekerjaan yang konkret di tengah kondisi gaji rendah dan lembur yang berkepanjangan di Taiwan.

Salah satu Ketua Asosiasi Pekerja Industri NKCFTU, Ho Cheng-chia (何政家), menekankan bahwa mereka telah menyoroti tujuh tuntutan utama mengenai kekurangan kebijakan ketenagakerjaan di Taiwan, termasuk peningkatan gaji, perlindungan pensiun buruh, penambahan hari libur nasional, pemadam kebakaran yang meninggal dalam tugas, meningkatkan perlindungan pekerja di sektor perawatan jangka panjang, menaikkan tarif asuransi kecelakaan kerja, dan mempermudah pembentukan serikat pekerja.

Ia mengatakan, "Masalah gaji rendah di Taiwan telah menjadi persoalan serius hingga menjadi masalah keamanan nasional. Dengan kenaikan harga barang tanpa dibarengi kenaikan gaji yang seimbang, membuat hidup pekerja menjadi kian sulit. Yang pada akhirnya membuat mereka memilih untuk menyerah, tidak menikah atau tidak memiliki anak, atau bahkan menumpuk rasa kekecewaan yang ada. Semua ini tentunya dapat mengakibatkan masalah sosial yang serius."

Selain itu, baru-baru ini terjadi kebakaran besar di pabrik Ming Yang International di Pingtung, yang menyebabkan kematian 6 pekerja dan 4 petugas pemadam kebakaran.

Pihak asosiasi mengkritik bahwa pihak pemilik perusahaan adalah pelanggar hukum ketenagakerjaan yang terjadi berulang kali. Hal ini sekali lagi menyoroti kerentanan pekerja di Taiwan dan harga mahal yang harus dibayar oleh para buruh, yang disebabkan oleh pemilik perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

Konsultan dari Asosiasi Promosi Hak dan Kesejahteraan Petugas Pemadam Kebakaran, Zhu Zhi-yu (朱智宇), juga menekankan, dalam 10 tahun terakhir, sudah ada 43 petugas pemadam kebakaran yang meninggal dalam tugas.

Hal ini menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun petugas pemadam kebakaran di Taiwan tidak mendapatkan perlindungan dari undang-undang keselamatan kerja, dan karena status mereka sebagai pegawai negeri, mereka tidak bisa membentuk serikat pekerja untuk memperjuangkan hak mereka.

Liu Nien-yun (劉念雲), komisaris dari Asosiasi Cedera Kerja, juga mendesak semua kandidat untuk merespons dengan serius dan tidak mengabaikannya. Jika para kandidat hanya fokus pada pemilu dan mengabaikan pekerja, mereka harus siap menghadapi kemarahan dan tindakan dari kaum pekerja.

Komentar

Terbarumore