(Taiwan, ROC) Berkaitan dengan pernyataan yang pernah dilontarkan Kepala Negara RRT, Xi Jin-ping menyebut reunifikasi tanah air, jubir Kemenlu Jeff Liu (劉永健) pada hari Selasa ini (3/10) merespons, 230 juta penduduk Taiwan bertekad mempertahankan kebebasan demokrasi, menjunjung HAM dan supremasi hukum, saat bersamaan mendambakan perdamaian, Xi Jin-ping yang berulang kali mengusung harapan terhadap warga Taiwan, hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang rakyat Taiwan.
Dalam perayaan hari nasional RRT, pimpinan tertinggi Xi Jin-ping menyampaikan, “mewujudkan reunifikasi tanah air adalah tekad dan kemauan rakyat, perkembangan zaman, dan suatu keharusan sejarah yang tidak dapat dihentikan oleh kekuatan apa pun.”
Kemenlu merespons pernyataan ini, bagi masyarakat Taiwan, “tekad rakyat, perkembangan zaman, keharusan sejarah” adalah kebebasan, demokrasi yang dibela, HAM yang dijunjung tinggi, permintaan akan supremasi hukum dan dambaan akan perdamaian. Jubir Kemenlu Jeff Liu mengatakan, “Xi Jin-ping tidak hanya sekali mengutarakan harapannya akan rakyat Taiwan, maka ini menunjukkan pemahamannya terhadap masyarakat Taiwan sangat kurang; sedangkan kebebasan, demokrasi, HAM, supremasi hukum dan perdamaian, merupakan jalur perkembangan peradaban manusia modern, arah kemajuan, RRT yang angkuh, semestinya mensejajarkan diri dengan dunia internasional.”
Selain itu, Menlu Persemakmuran Inggris, James Cleverly beranggapan jika RRT menyatakan perang dengan Taiwan, maka ekonomi RRT akan runtuh, Jubir Kemenlu Jeff Liu menjawab, “Semestinya bertanya kepada RRT, biarkan mereka sendiri yang menilai”.