(Taiwan, ROC) - Festival Batik dan Songket Indonesia sepanjang dua hari digelar di Museum Nasional Taiwan Cabang Nanmen di Taipei pada akhir pekan lalu, diramaikan dengan serangkaian acara yang mencakup seminar, workshop, peragaan busana, DIY dan pertunjukan live.
Acara hari pertama pada Sabtu mencakup sebuah seminar bertajuk “Hidup dalam Corak Batik: Perjalanan dari Lahir hingga Akhir Hayat” dan sebuah sanggar kerja atau workshop topeng batik, dikhususkan untuk peserta yang telah mendaftarkan diri.
Acara hari kedua pada Minggu pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore yang dibuka untuk umum, memfitur sebuah peragaan busana batik dan songket yang ditampilkan oleh para pekerja migran Indonesia di Taiwan di bawah organisasi Jaringan Diaspora Indonesia di Taiwan (Indonesian Diaspora Network in Taiwan/IDN).
Pada saat yang sama, bazar kuliner yang diadakan sepanjang acara menyajikan makanan khas Indonesia seperti sate ayam dan rendang pedas, sementara sesi batik do-it-yourself (DIY) memberikan wawasan budaya unik Indonesia ini kepada para peserta.
Sejak tahun 2017, IDN telah bekerja sama dengan Museum Nasional Taiwan untuk menyelenggarakan festival seni batik setiap tahunnya, sementara festival songket memulai debutnya pada tahun ini.
Sekedar info, statistik Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menunjukkan, hingga bulan Juni 2023, tercatat ada sekitar 260.000 pekerja migran Indonesia di Taiwan, mendominasi sekitar 35% dari total pekerja migran di Taiwan.