(Taiwan, ROC) – Seorang pejabat tinggi Gedung Putih Amerika Serikat (AS) dalam sebuah acara KTT Teknologi POLITICO'S pada Rabu (27/9) waktu setempat, mengemukakan, pemimpin politik dan militer Taiwan telah siap untuk menghadapi potensi perang internet yang mungkin terjadi dengan Beijing, sementara pemerintah AS telah bersiap untuk memberikan dukungan kepada Taiwan.
Situs berita politik AS, Politico melaporkan jika Anne Neuberger, selaku Wakil Penasihat Keamanan Nasional yang bertanggung jawab atas internet dan teknologi baru menyampaikan bahwa Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), serta para pejabat politik dan militer “sangat memperhatikan akan peningkatan pertahanan internet dan digital Taiwan”.
Neuberger yang biasanya merahasiakan isu-isu terkait Taiwan, juga mengatakan bahwa Taiwan sadar akan kemampuan internet Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang kuat, terutama dalam serangan internet dan kegiatan mata-mata. Seiring persiapan Taiwan dalam menghelat pemilihan presiden yang jatuh pada bulan Januari tahun depan, situasi di kawasan tersebut tampak semakin menegang.
Neuberger menuturkan, guna memberikan bantuan yang tepat waktu kepada Taiwan selama masa serangan internet, AS akan mengirimkan tim terbaiknya guna membantu melacak penyerang. Ini mirip dengan metode yang biasanya digunakan di dunia maya, guna membantu sekutu global.
“Dukungan yang biasanya kami berikan kepada mitra internasional kami adalah mengirimkan tim terbaik kami untuk mencari di dalam jaringan mereka yang paling sensitif, guna membantu mengidentifikasi intrusi apapun saat itu, serta membantu memperbaiki jaringan tersebut sehingga sebisa mungkin menjadi lebih kuat”, kata Neuberger.
Anne Neuberger juga menyampaikan, AS sedang melakukan kerja sama yang erat dengan Taiwan melalui latihan perang dan latihan militer berkelanjutan guna mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi serangan internet besar.
Lantaran pemerintah Beijing berulang kali memperingatkan AS untuk tidak campur tangan, pemerintah AS dan sekutunya semakin khawatir akan kemungkinan terjadinya konflik di Selat Taiwan, baik dalam bentuk serangan internet maupun pertempuran di darat.